MAMUJU – Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat dukungan terhadap Program Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Terpadu (Pastipadu) Tahun Anggaran 2026. Memasuki pertengahan tahun, Kominfo Sulbar menyiapkan langkah strategis berupa integrasi data stunting lintas sektoral untuk menghadirkan intervensi yang lebih tepat sasaran dan berbasis data.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyatuan berbagai sumber data penting, mulai dari Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA), data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), hingga Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM) milik Kementerian Kesehatan.
Selain integrasi data, Kominfo Sulbar juga tengah menyiapkan fasilitasi dashboard pemantauan serta pengembangan aplikasi khusus yang akan digunakan sebagai instrumen pendukung program intervensi stunting di daerah.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah.
Kepala DiskominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa integrasi data menjadi fondasi utama dalam memastikan efektivitas program penanganan stunting.
“Integrasi data dari SIGA, BKKBN hingga Kemenkes ini sangat krusial. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri dengan data masing-masing. Melalui satu data yang terintegrasi, kita bisa melihat peta stunting secara riil di lapangan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ridwan.
Menurutnya, keberadaan satu data yang valid dan terintegrasi akan memudahkan pemerintah dalam menentukan wilayah prioritas, memetakan kelompok sasaran, serta menyusun kebijakan yang lebih tepat dan terukur.
Di sisi lain, penguatan program Pastipadu juga didukung oleh strategi komunikasi publik yang masif. Selama lima bulan terakhir, Kominfo Sulbar aktif melakukan diseminasi informasi melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial dan media massa.
Beragam konten edukatif, infografis, serta kampanye digital terus diproduksi guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan dan penanganan stunting. Strategi komunikasi tersebut semakin kuat dengan dukungan sekitar 120 mitra media online yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Melalui jaringan media yang tersebar luas, Kominfo Sulbar membangun narasi bersama untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting di enam kabupaten se-Sulawesi Barat.
Dengan integrasi data yang semakin kuat, dukungan teknologi informasi, serta kolaborasi media yang masif, Program Pastipadu 2026 diharapkan mampu menghadirkan intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga target penurunan angka stunting di Sulawesi Barat dapat tercapai secara optimal.










