MAMUJU – Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat resmi dibuka di Ballroom Hotel d’Maleo, Mamuju, Senin. Kegiatan yang diikuti pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat ini menjadi ajang memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana, ST., Anggota MPR RI Ismail Bahtiar, SKM., MM., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Barat H. Muh. Nehru Sagena, S.IP., M.Si., Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI Anis Mayangsari Muninggar, S.IP., M.E., Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Adi Kristianto D.P., S.IP., M.Si., serta dewan juri yang terdiri atas Sekretaris Dinas Dikpora Sulbar Syaifuddin, S.Pd., M.AP., Perancang Peraturan Ahli Muda Dr. Muh. Irshadi Ramdana, dan Dosen Tomakaka Dr. Rahmat, SH., MH.
Kompetisi tahunan yang diinisiasi Sekretariat Jenderal MPR RI bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat ini bertujuan membumikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI di kalangan pelajar sekaligus membentuk karakter generasi muda yang cinta tanah air.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mamuju Yuki Permana mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap LCC Empat Pilar tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi menjadi pintu pembuka bagi lahirnya generasi yang sukses dan berkarakter.
“Hari ini bukan hanya tentang lomba, tetapi menjadi momentum bagi anak-anak kita untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah tantangan era digital, generasi muda diharapkan tidak hanya fokus pada gawai, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya semangat gotong royong, kerja sama, dan saling menghargai dalam kehidupan berbangsa.
Sementara itu, Kepala Dikpora Sulbar H. Muh. Nehru Sagena menegaskan bahwa LCC Empat Pilar bukan semata-mata mencari juara, melainkan membangun generasi unggul yang mampu memahami, menerapkan, hingga menciptakan karya melalui pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Ia menjelaskan pendekatan tersebut sejalan dengan Taksonomi Bloom yang menekankan enam tahapan berpikir, mulai dari memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, hingga menciptakan. Menurutnya, melalui proses tersebut diharapkan lahir generasi Sulawesi Barat yang mampu menghasilkan karya besar bagi bangsa, bahkan berprestasi di tingkat dunia.
Tahun ini, LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat diikuti sembilan sekolah terbaik yang mewakili lima kabupaten. Kabupaten Mamuju diwakili SMA Negeri 1 Kalukku dan SMA Negeri 1 Tapalang, Kabupaten Majene diwakili SMA Negeri 3 Majene, Kabupaten Polewali Mandar diwakili SMA Negeri 1 Campalagian dan SMA Negeri 1 Polewali, Kabupaten Pasangkayu diwakili SMA Duri Poku dan SMA Negeri 1 Sarjo, serta Kabupaten Mamuju Tengah diwakili SMA Negeri 1 Topoyo dan SMA Bamba Lamotu.
Melalui kompetisi ini, diharapkan lahir generasi muda Sulawesi Barat yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat sebagai penerus pembangunan bangsa.










