MAMUJU – Upaya pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Mamuju mendapat angin segar setelah memperoleh dukungan langsung dari Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dr. H. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T. Dukungan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju yang membahas percepatan transformasi Kabupaten Mamuju menjadi Kota Mamuju sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat.
Dalam kesempatan itu, Dede Yusuf menegaskan bahwa usulan Kota Mamuju memiliki karakteristik berbeda dibandingkan ratusan usulan DOB lainnya yang masuk ke DPR RI. Menurutnya, yang diperjuangkan bukanlah pemekaran wilayah baru, melainkan transformasi status ibu kota provinsi dari kabupaten menjadi kota.
“Pada dasarnya kami sering menerima audiensi dari berbagai daerah terkait pemekaran daerah otonomi baru. Namun, Mamuju menjadi salah satu yang berbeda karena yang diminta bukan pemekaran wilayah baru, melainkan mengubah ibu kota Sulawesi Barat dari kabupaten menjadi kota,” ujar Dede Yusuf.
Legislator yang juga dikenal sebagai mantan aktor nasional itu menilai, setelah lebih dari dua dekade berdiri sebagai provinsi, Sulawesi Barat membutuhkan ibu kota yang lebih fokus pada pembangunan kawasan perkotaan guna menjawab tantangan pertumbuhan penduduk, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan publik.
“Secara logika, setelah 22 tahun berjalan, Sulawesi Barat sudah saatnya memiliki ibu kota yang lebih fokus pada pembangunan perkotaan. Dengan peningkatan jumlah penduduk, infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik, provinsi ini harus terus bergerak menjadi daerah yang lebih maju,” jelasnya.
Karena itu, Komisi II DPR RI menyatakan dukungan agar usulan DOB Kota Mamuju segera didorong masuk dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait Daerah Otonomi Baru yang sedang dipersiapkan pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri.
“Oleh karena itu kami mendukung untuk didorong kepada pemerintah, dalam hal ini Kemendagri, agar segera memasukkannya dalam RPP terkait DOB. Jika tidak ada kendala, kami berharap pada Desember 2026 berbagai usulan dan kajian pemerintah, termasuk Mamuju, sudah dapat diselesaikan,” tegas Dede Yusuf.
Menanggapi dukungan tersebut, Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, S.H., M.Si., mengaku optimistis dan semakin bersemangat memperjuangkan lahirnya Kota Mamuju. Ia menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai persyaratan administratif maupun fisik sebagai bentuk keseriusan mewujudkan cita-cita tersebut.
Menurut Sutinah, sejumlah dokumen pendukung telah dipersiapkan, mulai dari kajian akademik, persetujuan kepala daerah, hingga kesiapan infrastruktur seperti pembangunan Kantor Balai Kota yang nantinya akan menjadi pusat pemerintahan Kota Mamuju.
“Ini adalah cita-cita dan harapan kita semua. Bahkan menjadi mimpi pribadi saya sebagai Bupati Mamuju agar Kota Mamuju dapat terwujud pada masa kepemimpinan saya. Kami berharap seluruh persyaratan yang telah dipersiapkan dapat menjadi instrumen pendukung sehingga Kemendagri segera mengakomodasi transformasi Kabupaten Mamuju menjadi Kota Mamuju,” ungkap Sutinah.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk memberikan dukungan dan doa agar proses pembentukan DOB Kota Mamuju berjalan lancar. Menurutnya, kehadiran Kota Mamuju akan menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pemerataan pembangunan di Sulawesi Barat.
“Mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat agar harapan ini segera terwujud. Dengan terbentuknya Kota Mamuju, akselerasi pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan kontribusi besar terhadap pemerataan pembangunan di Sulawesi Barat,” tutupnya.










