Majene — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Majene mengingatkan pentingnya upaya pencegahan terhadap penyebaran paham radikal yang dilakukan oleh kelompok eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang belakangan berupaya menunjukan eksistensinya di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan Ketua MUI Majene, K. H. Abdul Majid Jalaluddin, dalam pertemuan dengan tokoh agama, aparat pemerintahan, dan pemuda setempat, Rabu (28/01/2026).
Menurut K. H. Abdul Majid, upaya eks HTI untuk kembali tampil kerap dilakukan melalui kegiatan yang berselubung pendidikan agama, diskusi publik, atau aktivitas sosial yang pada hakikatnya berupaya menyusupkan paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. “Kita harus waspada tetapi juga arif. Penanganan tidak boleh represif semata, melainkan melalui pendekatan dakwah, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat,” ujar K. H. Abdul Majid.
Ia menekankan beberapa langkah yang perlu diperkuat di tingkat lokal untuk mencegah meluasnya pengaruh kelompok tersebut:
- Penguatan pendidikan agama moderat di pesantren, masjid, dan sekolah agar generasi muda memahami prinsip Islam yang rahmatan lil alamin.
- Pembinaan intensif kepada pemuda dan kelompok yang rentan melalui kegiatan sosial, keterampilan, dan forum diskusi yang sehat.
- Sinergi antara ormas Islam, MUI, pemerintah daerah, dan aparat keamanan untuk memantau dan menindak jika ada aktivitas yang mengarah pada penyebaran paham radikal.
- Penyebaran informasi yang benar dan literasi agama digital untuk menangkal hoaks atau narasi radikal yang beredar di media sosial.
K. H. Abdul Majid juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kegiatan mencurigakan kepada pihak berwenang dan tidak mudah terprovokasi oleh ujaran yang memecah belah kerukunan umat beragama. “Kita semua bertanggung jawab menjaga persatuan. Bila ada kelompok yang mencoba merongrong Pancasila dengan nama agama, maka kita harus luruskan melalui dialog dan kajian yang ilmiah,” tegasnya.
Sementara itu, pertemuan tersebut juga menghasilkan rekomendasi terbentuknya forum komunikasi antar pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk memperkuat koordinasi pencegahan radikalisme di Majene. Pihak pemerintah daerah menyatakan kesungguhan mendukung langkah-langkah preventif yang berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan langkah-langkah itu, MUI Majene berharap upaya pencegahan dapat berjalan efektif sehingga tidak memberikan ruang bagi kelompok eks HTI maupun paham radikal lainnya untuk berkembang dan mengganggu keharmonisan sosial di Kabupaten Majene.










