Mamuju – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju KH. Namru Asdar, S.Ag menyampaikan keprihatinan terkait adanya indikasi penyebaran paham radikal di sejumlah pondok pesantren di wilayah Mamuju. Ketua MUI Mamuju menegaskan bahwa fenomena tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tidak merusak citra pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang selama ini dikenal mencetak generasi berakhlak mulia.
Menurut Namru, penyebaran paham radikal biasanya masuk melalui materi kajian keagamaan yang tidak sesuai dengan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin. “Kami mengimbau kepada para pengasuh pondok pesantren agar lebih selektif dalam memilih tenaga pengajar dan materi pembelajaran. Jangan sampai ada ajaran yang justru menanamkan kebencian dan intoleransi,” ujarnya.
MUI Mamuju juga mendorong pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk bekerja sama melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap pondok pesantren, tanpa mengurangi independensi lembaga pendidikan Islam tersebut. “Pesantren harus tetap menjadi benteng moral dan kebangsaan. Jangan sampai disusupi paham-paham yang dapat memecah belah persatuan,” tambah Namru.
Lebih lanjut, Namru Asdar mengajak seluruh masyarakat, khususnya orang tua santri, untuk ikut aktif memperhatikan perkembangan anak-anaknya selama menempuh pendidikan di pesantren. Dengan sinergi semua pihak, diharapkan potensi penyebaran paham radikal dapat dicegah sejak dini.










