MAMUJU – Kisah haru dua kakak beradik, Humaira (11) dan Muhammad Umar (8), yang ditinggal orang tua mereka merantau ke Kalimantan, mendadak viral dan menyentuh hati publik. Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan memicu gelombang kepedulian masyarakat, Selasa (21/4/2026).
Menindaklanjuti informasi tersebut, aparat kepolisian dari Polresta Mamuju bergerak cepat. Kasat Binmas Polresta Mamuju, AKP Andi Rady, bersama Bhabinkamtibmas Galung Polsek Tapalang, Briptu Rikky Fahmi Jaya, langsung mendatangi kediaman kedua anak tersebut sebagai bentuk respon kemanusiaan.
Dalam kunjungannya, pihak kepolisian menyalurkan bantuan sembako guna meringankan kebutuhan sehari-hari Humaira dan Muhammad Umar. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keberlangsungan hidup mereka di tengah keterbatasan yang dihadapi.
AKP Andi Rady menegaskan bahwa kehadiran polisi bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memastikan kedua anak tersebut tetap mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak. Ia juga mengingatkan bahwa penelantaran anak di bawah umur berpotensi dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami hadir tidak hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga memastikan anak-anak ini tetap mendapatkan perhatian, perlindungan, serta dorongan untuk terus bersekolah,” ujar AKP Andi Rady.
Selain itu, pihak kepolisian turut memberikan edukasi kepada keluarga terkait pentingnya pengasuhan dan tanggung jawab orang tua terhadap anak. Edukasi ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Tak hanya berhenti pada bantuan, AKP Andi Rady juga memberikan motivasi langsung kepada Humaira dan Muhammad Umar agar tetap semangat melanjutkan pendidikan. Ia mendorong keduanya untuk tidak menyerah dalam menggapai cita-cita meskipun berada dalam kondisi sulit.
Aksi cepat dan kepedulian aparat kepolisian ini pun menuai apresiasi dari masyarakat. Banyak pihak berharap kasus ini menjadi perhatian bersama agar perlindungan terhadap anak semakin diperkuat, serta tidak ada lagi anak-anak yang harus tumbuh tanpa pendampingan orang tua dalam waktu lama.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa peran keluarga dan lingkungan sangat krusial dalam menjaga tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.










