Mamuju — Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju kembali mencuri perhatian melalui gelaran Kuliah Pakar bertajuk “Transformasi Praktik Gizi Keluarga di Era Digital”. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid pada 11 dan 14 November 2025 ini sekaligus memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dengan mengusung tema nasional Generasi Sehat, Masa Depan Hebat.
Kuliah pakar ini menghadirkan empat narasumber berkelas nasional yang dikenal sebagai praktisi dan akademisi gizi terbaik. Mereka membedah secara mendalam tantangan dan inovasi dalam mengatasi Triple Burden of Malnutrition—masalah gizi kurang, defisiensi mikronutrien, dan gizi lebih—yang semakin kompleks di era digital.
Narasumber pertama, Adji Hambali, S.ST., RD, Dietisien RS Saiful Anwar Malang, membuka materi dengan pemaparan tentang nutrisi untuk tumbuh kembang optimal sebagai kunci pencegahan triple burden. Disusul Tri Hidayat, S.Gz., M.Gz., RD., AIFO dari RS Landak Kalimantan Barat yang membahas praktik dietetika dalam pelayanan klinis masa kini.
Dari ranah akademisi, hadir Dr. Nurul Muslihah, SP., M.Kes, Kepala Departemen Gizi FIKES Universitas Brawijaya, yang memaparkan transformasi ilmu gizi berbasis riset mutakhir. Tak kalah menarik, Sitti Fatimah, DCN., M.Kes, Pembina DPD PERSAGI Sulsel, turut menegaskan pentingnya profesionalisme tenaga gizi dalam menjawab tantangan digitalisasi.
PLT Direktur Poltekkes Kemenkes Mamuju, Dr. Fajrillah Kolomboy, S.Kep., Ns., M.Kep, dalam sambutannya menegaskan bahwa isu triple burden merupakan persoalan serius yang membutuhkan pendekatan komprehensif dan adaptif.
“Perubahan zaman menuntut transformasi praktik gizi. Masalah gizi kurang, mikronutrien, dan gizi lebih harus ditangani dengan pendekatan khusus dan berbasis bukti,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, PLT Ketua Jurusan Gizi, Dr. Ashriady, M.Kes, menekankan pentingnya kuliah pakar ini dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa.
“Kehadiran narasumber diharapkan memberi pencerahan praktis. Lulusan kami harus kompeten secara akademik, adaptif terhadap inovasi digital, dan siap bersaing di dunia profesional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan visi Program Studi D3 Gizi Poltekkes Mamuju yang berfokus pada kesehatan keluarga berbasis teknologi dan informasi.
Pada sesi penutupan, Ketua Panitia Yudianti, SKM., M.PH menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh narasumber dan peserta.
“Materi yang dibawakan sungguh inspiratif, terutama terkait inovasi gizi di era digital. Semoga mahasiswa, alumni, dosen, tenaga kependidikan, hingga mitra eksternal dapat menerapkan wawasan ini dalam praktik gizi keluarga,” pungkasnya.
Melalui kuliah pakar ini, Poltekkes Kemenkes Mamuju menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi tenaga gizi yang unggul, profesional, dan mampu menjawab tantangan gizi masa depan.










