Polewali Mandar – Sosok Sahabuddin, seorang anggota TNI aktif, kini dikenal tak hanya sebagai prajurit, tetapi juga sebagai penggerak agrowisata durian di Desa Bulo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar.
Di sela-sela tugasnya sebagai prajurit, ia berusaha menyempatkan waktu luang di luar jam dinas untuk mengelola kebun durian miliknya yang diberi nama Coppo Bulo. Baginya, bertani adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya membangun potensi desa.
Putra kelahiran Bulo itu melihat potensi durian di wilayahnya sangat menjanjikan dan diyakini mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Potensi durian di Bulo ini luar biasa. Di beberapa kebun kerabat saja, hasil panennya bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap musim,” ujarnya.
Di kebun miliknya, jenis durian montong memang hanya beberapa pohon yang sudah produktif. Selebihnya, ia menanam berbagai jenis durian premium yang saat ini masih dalam masa pertumbuhan dan pembenahan perawatan.
Meski belum seluruh pohon berproduksi optimal, hasil panen montong yang ada sudah bisa dipasarkan. Sebagian bahkan dibagikan kepada kerabat dan pengunjung yang datang ke kebunnya.
Konsep Agrowisata Masih Tahap Pembenahan
Coppo Bulo dirancang tidak hanya sebagai kebun produksi, tetapi juga sebagai agrowisata berbasis alam. Namun demikian, Sahabuddin mengakui bahwa fasilitas wisata saat ini masih dalam tahap pembenahan.
Beberapa saung dan titik lokasi untuk camping mulai disiapkan secara bertahap. Ke depan juga direncanakan kolam pemancingan untuk menambah daya tarik pengunjung yang hobi memancing.
“Fasilitas masih terus kami benahi. Pelan-pelan, yang penting kualitas kebun dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas,” jelasnya.
Lokasi kebun yang berada di poros tengah dan dapat dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat menjadi nilai tambah dalam pengembangan agrowisata tersebut.
Fokus Perawatan dan Kualitas Buah
Sahabuddin menegaskan bahwa pembenahan utama saat ini tetap pada perawatan tanaman agar pohon yang memasuki usia produktif mampu menghasilkan buah berkualitas.
Ia menggandeng rekannya, Zaenal, yang cukup dikenal di kalangan petani durian untuk memberikan masukan terkait teknik perawatan dan manajemen nutrisi tanaman.
“Sengaja kami ajak Pak Zaenal untuk memberikan masukan tentang perawatan durian, termasuk pemberian nutrisi yang tepat agar hasilnya maksimal,” ungkapnya.
Zaenal menilai lokasi Coppo Bulo memiliki potensi besar sebagai agrowisata karena berada di ketinggian dan mudah diakses. Namun ia menekankan pentingnya pembenahan media tanam, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman (OPT).
Harapannya, musim buah berikutnya pohon-pohon yang ada sudah siap dibuahkan secara optimal dan mampu menghasilkan buah dengan kualitas grade super.
Dengan pembenahan yang terus dilakukan, Coppo Bulo diharapkan menjadi ikon agrowisata durian di Kecamatan Bulo dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. (Zik)










