Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju — Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) Tahun 2026 resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana di Grand Maleo Hotel & Convention Mamuju, Rabu 9 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan sumber daya manusia, khususnya komunitas petani kelapa sawit di Sulawesi Barat. Dibuka ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda Junda Maulana.

Dalam sambutannya, Junda Maulana menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk mendorong produktivitas dan daya saing sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran besar terhadap perekonomian Sulawesi Barat. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Sulbar tercatat sebesar 5,36 persen, dengan sektor pertanian menyumbang lebih dari 47 persen. Dari sektor pertanian tersebut, subsektor perkebunan memiliki kontribusi sekitar 30 persen.

“Ini menindakan bahwa sektor sawit ini memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat,” ujar Junda Maulana.

Ia menyebut, komoditas sawit menjadi salah satu komoditas perkebunan terbesar di Sulawesi Barat. Luas perkebunan kelapa sawit di daerah ini diperkirakan mencapai 146 ribu hektare dengan produksi sekitar 241 ribu ton per tahun.

Potensi tersebut, kata Junda, perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebab, salah satu tantangan yang masih dihadapi Sulawesi Barat adalah ketergantungan terhadap pasar global serta kualitas SDM yang belum optimal.

“Sehingga ada hubungan antara peningkatan produksi dan kualitas produksi terhadap nilai pasar di pasar global,” katanya.

Karena itu, pelatihan SDMP dinilai penting untuk membekali para petani dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan.

Junda mengapresiasi dukungan PT Citra Widya Education dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, khususnya dalam memberikan pelatihan kepada komunitas petani sawit.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas masing-masing.

“Saya harap jangan disiasiakan. Kapasitas saudara, kemampuan saudara, jika memiliki keterampilan yang baik, maka akan meningkatkan produksi kita,” tegasnya.

Menurut Junda, peningkatan kapasitas petani tidak hanya berorientasi pada peningkatan kuantitas produksi, tetapi juga kualitas. Dengan keterampilan teknis dan pengetahuan yang memadai, petani diharapkan mampu menghasilkan produk yang memiliki kualitas lebih baik sehingga memiliki nilai pasar yang lebih tinggi.

“Jadi bukan hanya kuantitasnya saja, tapi kualitas dari produksi kita, bahkan berdampak kepada peningkatan nilai produksi yang kita bisa buat,” ujarnya.

Selain meminta peserta mengikuti pelatihan dengan baik, Junda juga mendorong para pelatih agar memberikan materi secara maksimal. Ia menilai proses pembelajaran tidak boleh berhenti setelah pelatihan selesai.

Ia meminta agar peserta mendapatkan pendampingan dan evaluasi setelah mengikuti pelatihan sehingga pengetahuan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan.

“Kalau dilatih, kemudian tidak melakukan evaluasi, tidak membimbing, akan sia-sia juga,” katanya.

Junda berharap pelatihan tersebut memberikan dampak nyata terhadap pengembangan komunitas petani kelapa sawit di Sulawesi Barat. Peningkatan kapasitas SDM diharapkan berujung pada peningkatan produktivitas, kualitas hasil perkebunan, serta kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan serupa telah dilaksanakan di Kabupaten Pasangkayu dan diharapkan dapat dilaksanakan di Kabupaten Mamuju pada bulan berikutnya.

“Yang terpenting adalah dapatkan ilmu di sini, manfaatkan fasilitasi yang diberikan, kemudian mulai itu dipraktikkan,” pesan Junda kepada para peserta.

Junda berharap penguatan sumber daya manusia perkebunan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pembangunan Sulawesi Barat sesuai dengan Visi baoak Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) menuju daerah yang maju dan sejahtera pada 2030.

Berita Terkait

Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital
Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran
DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU
Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS
WFH ASN Sulbar Berbasis Digital, DiskominfoSS Dampingi RSUD Optimalkan Aplikasi Fleksi
BPBD Sulbar Latih Siswa SMAN 1 Mamuju Hadapi Bencana
Diskominfo Sulbar Luncurkan Live Streaming, Warga Bisa Langsung Sampaikan Aspirasi
Junda Maulana Tegur Keras ASN Sulbar: Disiplin Harus Dimulai dari Pimpinan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan

Rabu, 9 September 2026 - 20:29 WIB

Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital

Selasa, 8 September 2026 - 22:28 WIB

Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran

Selasa, 8 September 2026 - 22:25 WIB

DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS

Berita Terbaru