Simbol Cinta dan Penghormatan: Fatmawati Salim Serahkan Keris Almarhum pada Gubernur Sulbar

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polewali Mandar — Rangkaian tahlilan 40 hari wafatnya almarhum Salim S. Mengga di Rumah Jonga, Takatidung, Polewali Mandar, Kamis (12/03/2026), diwarnai momen haru yang menyita perhatian para tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Fatmawati Salim menyerahkan cendera mata berupa sebilah keris kepada Suhardi Duka.

Penyerahan keris dilakukan usai doa bersama. Dengan mata berkaca-kaca, Hj. Fatmawati menyampaikan bahwa keris tersebut adalah simbol penghormatan dan terima kasih keluarga besar almarhum atas perhatian serta doa yang terus diberikan gubernur sejak hari pertama hingga memasuki tahlilan ke-40.

“Ini tanda hormat kami. Terima kasih atas doa dan perhatian Bapak Gubernur yang tidak pernah berhenti untuk almarhum,” ujar Hj. Fatmawati Salim.

Momen penyerahan keris itu juga disaksikan Hasbi Raya, imam Masjid Lemosusu sekaligus sahabat dekat almarhum. Ia turut mendampingi Hj. Fatmawati saat menyerahkan keris kepada gubernur.

Hasbi Raya menyampaikan bahwa keris tersebut bukan sekadar cendera mata, tetapi mengandung makna penghormatan dan kenangan mendalam terhadap sosok almarhum.

“Beliau adalah pribadi yang sangat baik, sederhana, dan selalu peduli kepada masyarakat. Penyerahan keris ini menjadi simbol penghormatan sekaligus doa agar semua kebaikan almarhum dapat diteruskan,” ujar Hasbi Raya.

Gubernur Suhardi Duka menerima keris itu dengan penuh hormat. Ia menyebut almarhum sebagai figur yang memiliki dedikasi besar bagi pembangunan di Sulawesi Barat.
“Almarhum adalah sahabat dan panutan. Hari ini kita hadir untuk mengenang dan mendoakan beliau,” ucapnya.

Pada momen yang sama, Gubernur Suhardi Duka dan Hj. Fatmawati Salim juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang hadir. Warga menyambut pembagian sembako ini dengan antusias, menyebutnya sebagai bantuan yang sangat berarti di tengah suasana duka dan kebutuhan selama bulan Ramadan.

Penyerahan bantuan tersebut semakin menambah kehangatan rangkaian acara, memperlihatkan kepedulian pemerintah dan keluarga almarhum kepada masyarakat.

Acara tahlilan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan, cinta, dan rasa syukur atas pengabdian almarhum semasa hidupnya.

Berita Terkait

Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Sekda Sulbar Junda Maulana Luncurkan SI-EVAL KINANTI, Evaluasi Kinerja Pemerintah Kini Digital
DKP Sulbar Matangkan APBD 2027, Target PAD Rp670 Juta dan Efisiensi Anggaran Jadi Fokus
Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas
BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu
Pastipadu Sulbar Dievaluasi! Stunting dan Kemiskinan Turun, Perkawinan Anak Justru Naik
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Ajak Pejabat Perdalam Ilmu Agama, Buya Arrazy Hasyim Hadir Beri Tausiah
SDK Desak Bupati se-Sulbar Usulkan Desa Tanpa Listrik, Tenaga Surya Jadi Solusi!
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Sulbar Jajaki Kerja Sama dengan Amerika Serikat, Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Sekda Sulbar Junda Maulana Luncurkan SI-EVAL KINANTI, Evaluasi Kinerja Pemerintah Kini Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:13 WIB

DKP Sulbar Matangkan APBD 2027, Target PAD Rp670 Juta dan Efisiensi Anggaran Jadi Fokus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Gubernur Sulbar Kukuhkan Pengurus FKUB 2026–2031, Kerukunan Umat Beragama Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:19 WIB

BPBD Sulbar Salurkan 6.000 Liter Air Bersih di Mamuju, Warga Terdampak Kekeringan Dibantu

Berita Terbaru