Sosok Febrianto Wijaya di Mata Pelatih Akademi PSM Makassar

Mamuju – Febrianto Wijaya merupakan seorang politisi Partai Demokrat asal Kabupaten Mamuju, Sulbar. Kariernya di dunia politik terbilang cukup gemilang. Terbukti, Febrianto Wijaya sudah dua kali terpilih sebagai Anggota DPRD Mamuju.

Febrianto Wijaya pertamakali menata karier di dunia politik 2013 lalu dengan bergabung ke partai besutan Presiden RI ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono, dan langsung tancap gas maju sebagai Caleg pada Pemilu 2014 lalu.

Pria yang akrab disapa Anto itu pun terpilih sebagai Anggota DPRD Mamuju periode 2014-2019. Setelah periodenya berakhir, Dia kembali bertarung pada Pemilu legislatif 2019 dan lagi-lagi terpilih untuk periode 2019-2024.

Tak hanya dikenal sebagai seorang politisi andal, Febrianto Wijaya bahkan dikenal sebagai mantan pemain sepakbola profesional yang pernah memperkuat sejumlah klub sepakbola di Indonesia, sebelum memutuskan untuk gantung sepatu diusianya yang masih muda.

Setelah berhenti merumput, Febrianto Wijaya pun memiliki mimpi yang besar untuk mengembangkan potensi-potensi sepakbola di Sulbar, khususnya Mamuju. Dirinya bersama sejumlah rekannya pun membentuk Akademi PSM Makassar, SSB Mitra Manakarra dan Otp37.

Sosok Febrianto Wijaya di mata pelatih Akademi PSM Makassar.

Menurut salah seorang pelatih Akademi PSM Makassar U18, Erik, sosok Febrianto Wijaya merupakan seorang yang humble (rendah hati), baik, peduli dengan orang sekitarnya, terkhusus dengan perkembangan sepakbola di Mamuju, Sulbar.

“Bagi saya, Febrianto Wijaya merupakan pribadi yang humble (rendah hati), baik banget, peduli sama orang disekitarnya, sangat peduli dengan perkembangan sepakbola usia muda di Mamuju. Terutama jiwa kepemimpinannya, pandai bergaul dengan siapa saja dan rajin juga bersedekah,” kata Erik.

Bahkan, kata pria dengan sapaan akrab Coach Erik itu, karakter Febrianto Wijaya sudah terlihat saat masih menimba ilmu di Makassar Football School (MFS) 2000 sekira 20 tahun silam, saat dirinya kenal dengan Febrianto Wijaya.

“Sudah lama sekali kenal dengan Febrianto Wijaya, dari zaman SSB dulu di MFS 2000, sudah begitu memang karakternya, 2003-2004 kalau gak salah. Abis itu ketemu lagi di Mamuju kira-kira 2016, pas jadi Pelatih SSB Mitra Manakarra, kebetulan beliau direktur dan pembina SSB nya. Kemudian 2018 lanjut di Akademi PSM Makassar sampai sekarang,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Coach Irfan. Dirinya mengaku, sudah kenal dengan Febrianto Wijaya sejak kecil, bahkan keduanya sudah akrab dan dirinya sudah tau jika Febrianto Wijaya punya bakat menjadi seorang pemain sepakbola.

“Saya sama Febrianto Wijaya dari kecil sudah akrab, sebelum sekolah di Makassar. Memang, dia (Febrianto Wijaya) orangnya dari kecil itu suka main bola,” ujar Irfan.

Sehingga, kata Dia, saat Febrianto Wijaya memutuskan untuk gantung sepatu, dirinya salah satu yang mendorong Febrianto Wijaya kembali ke Mamuju dan mengabdi bagi dunia sepakbola.

“Sehingga, Febrianto Wijaya saat itu maju sebagai Caleg DPRD Kabupaten Mamuju dan terpilih. Karena selesai main bola, minimal bisa jadi manager atau jadi pelatih. Yang penting tidak jauh dari lingkungan sepakbola,” ungkapnya.

Menurut Irfan, Febrianto Wijaya memiliki kepribadian yang baik, sehingga sampai saat ini dirinya masih betah bekerjasama dengan Febrianto Wijaya dalam mengembangkan sepakbola di Mamuju, Sulbar.

“Kalau menurut saya, bagus. Makanya sampai sekarang saya masih sama, karena saya sukanya, dia (Febrianto Wijaya) tidak pernah intervensi masalah di lapangan. Sepenuhnya diserahkan ke pelatih yang sudah dipercayakan. Mulai dari pemilihan pemain dan sebagainya, diserahkan full ke pelatih,” tutur Irfan.

Bagikan...

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *