Terjadi Kelangkaan Gula Di Mamuju, Ada Apa?

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2020 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Empati yang ditunjukkan oleh ketua MPC Pemuda Pancasila Mamuju, Sutinah Suhardi yang telah merogoh kocek pribadinya memborong 32 ton gula Bulog untuk masyarakat terdampak Covid-19, justru dituding sebagai penyebab kelangkaan gula di kabupaten Mamuju.

Tudingan miring ini disayangkan oleh Direktur Perspektif Mamuju, Yuslifar Yunus Djafar. Ia menyebut tudingan penyebab kelangkaan gula kepada Sutinah adalah tudingan salah alamat.

“Tudingan itu jelas salah alamat. Seharusnya bisa dibedakan mana gula untuk dikonsumsi mana untuk ditimbun. Yang kita lakukan itu jelas untuk konsumsi sebab dibeli lalu kita bagikan secara gratis kepada masyarakat. Itu ibaratnya masyarakat yang beli tapi uangnya dari ibu Sutinah. Jadi sangat jelas casenya.” Ujar Yuslifar.

Yuslifar sebaliknya menantang yang menuding Sutinah sebagai penyebab kelangkaan gula di kabupaten Mamuju untuk melakukan konfrontir.

“Saya tantang yang menuding Bulog bermain dengan ibu Sutinah, dia berani tidak buat investigasi dua arah. Garis pertama yang bertanggung jawab atas ketersediaan pangan ataupun Sembako di Mamuju itu adalah Pemkab, Bulog itu di garis kedua. Coba tanya juga ke Bupati Mamuju, stok Sembako kabupaten berapa untuk bisa diberikan kepada masyarakat secara gratis? Beras dan gula berapa ton mereka punya? Isi gudang mereka ada berapa untuk bisa disubsidi dalam kondisi susah seperti sekarang? Nah kalau kurangnya masih ada, baru kita ke Bulog. Ini kok sudah menuding macam-macam sementara Pemkab Mamuju sendiri tidak jelas stok mereka ada atau tidak.” Tegasnya.

Sekretaris Demokrat Mamuju ini menyayangkan oknum yang mendistorsi aksi bagi-bagi Sembako yang dilakukan oleh Sutinah.

“Kita meyayangkan aksi ibu Sutinah ini didistorsi dan dipolitisir. Padahal, kalau Pemkab Mamuju berempati terhadap kondisi yang ada, seharusnya mereka bergerak cepat. Kalau perlu dana dari refocusing itu pake borong Sembako 10 kali lipat lebih banyak dari yang Sutinah bagikan gratis kepada masyarakat toh itu bukan dari uang pribadi Bupati. Daripada membangun landscape/manakarra tower atau hanya mengandalkan anggaran pusat ataupun berlindung dari Dana Desa. Itu baru pemerintah yang punya empati namanya.” Pungkas Yus.

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat
Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta
Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu
Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla
Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Kasat Binmas Bersama Bhabinkamtibmas Salurkan Paket Daging Kurban Secara Door to Door
Polresta Mamuju dan Polsek Jajaran Tebar Kepedulian Melalui Daging Kurban Idul Adha 1447 H
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:31 WIB

Wakil Ketua DPRD Majene Apresiasi Keberhasilan Program MBG, Dinilai Berdampak Positif bagi Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Polresta Mamuju Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:48 WIB

Satreskrim Polresta Mamuju Tangkap Dua Terduga Pelaku Kasus Pengeroyokan Aktivis Vendetta

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:03 WIB

Pastikan Karhutla Tidak Meluas, Tim Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli di Bukit Lambagu

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:43 WIB

Antisipasi Kebakaran Susulan, Gabungan Polresta Mamuju, Dalkarhut dan BPBD Sulbar Patroli ke Lokasi Karhutla

Berita Terbaru

Sorot

IJS Sulbar Kecam Oknum Wartawan Diduga Ancam Narasumber

Sabtu, 6 Jun 2026 - 16:57 WIB

Hallo Polisi

Kapolda Sulbar: Lindungi Anak dari Kekerasan dan Bahaya Medsos

Sabtu, 6 Jun 2026 - 07:51 WIB