Wahdah Islamiyah dan BKKBN Sulbar, Teken MoU Percepatan Penurunan Stunting

Mamuju – Membangun kerja kolaborasi dan gerak bersama dalamrangka mendukung program pemerintah, menurunkan angka stunting di Sulawesi Barat.

Jajaran pengurus wilayah Wahdah Islamiyah bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat, menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) untuk program percepatan penanganan stunting di Sulawesi Barat. Jumat, 10/02/23

Kesepakatan tersebut, merupakan turunan dari instruksi pengurus Pusat Wahdah Islamiyah yang menekankan seluruh pengurus wahdah islamiyah ditingkat wilayah, daerah dan tingkat cabang turut ambil bagian dalam penurunan stunting.

Ketua DPW Wahda Islamiyah Sulbar, M. Yamin Saleh mengatakan MoU atau nota kesepahaman tersebut, diselenggarakan atas dasar semangat pengabdian kepada ummat masyarakat.

“Kerjasama ini bertujuan untuk mengambil peran sesuai dengan fungsi yang dimiliki, dalamrangka peningkatan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Ust. Yamin Saleh

Wahdah Islamiyah dalam batas kewenangan yang dimiliki akan berupaya berkontribusi dalam pelaksanaan penguatan program bangga kencana guna percepatan penurunan stunting di Sulbar.

Diantara program unggulan Wahdah Islamiyah adalah, Ayah sadar stunting, pembinaan keluarga bertakwa dan sehat, penyaluran makanan tambahan atau asupan gizi kepada masyarakat yang masuk kategori dhuafa.

Wahdah Islamiyah juga akan menyasar dunia anak dan remaja melalui program tarbiyah anak soleh (TRANS) dengan muatan materi seputar pencegahan pernikahan dini, pola hidup dan makanan sehat, serta sosialisasi bahaya zat adiktif.

Untuk diketahui, stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Pencegahan stunting juga merupakan bagian dari implementasi perintah Al Qur’an, misalnya dalam surat Annisa ayat 9, bahwa hendaknya kita khawatir apabila kita meninggalkan generasi-generasi yang lemah yang akan menjadi beban.

Makna generasi lemah tersebut, bukan hanya lemah secara fisik, tetapi mental dan lemah dari banyak sisi. Oleh karenanya yang harus diatasi bersama untuk melahirkan generasi sehat dan kuat.

Bagikan...

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *