Wakil Rektor Universitas Tomakaka Mamuju Tolak Wacana Kementerian Kepolisian: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Wakil Rektor Universitas Tomakaka (Unika Tomakaka) Mamuju, dr. Syamsul Haji S.S., menyatakan sikap tegas menolak wacana pembentukan Kementerian Kepolisian. Ia menegaskan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia, sebagaimana amanat konstitusi dan sistem ketatanegaraan yang berlaku.

Menurut dr. Syamsul, gagasan membentuk kementerian khusus kepolisian justru berpotensi menimbulkan kerancuan kewenangan, memperpanjang birokrasi, serta mengganggu efektivitas penegakan hukum dan keamanan nasional.

“Secara konstitusional dan sistem pemerintahan, posisi Polri di bawah Presiden sudah tepat. Tidak ada urgensi membentuk kementerian kepolisian. Justru itu bisa melemahkan fungsi strategis Polri,” tegas dr. Syamsul saat ditemui di Mamuju, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, selama ini Polri memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas keamanan, penegakan hukum, hingga mendukung agenda pembangunan nasional. Dengan berada langsung di bawah Presiden, koordinasi lintas sektor dapat berjalan lebih cepat dan efektif, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan yang dinamis.

“Kalau Polri ditempatkan di bawah kementerian, maka jalur komando akan semakin panjang. Ini berisiko memperlambat pengambilan keputusan strategis, terutama dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Sebagai akademisi, dr. Syamsul juga menilai bahwa wacana pembentukan kementerian kepolisian tidak memiliki dasar akademik dan kebutuhan empiris yang kuat. Menurutnya, yang lebih dibutuhkan saat ini adalah penguatan reformasi internal Polri, peningkatan profesionalisme, transparansi, serta pengawasan yang konstruktif.

“Fokus kita seharusnya pada penguatan kualitas SDM Polri, pembenahan sistem, dan peningkatan kepercayaan publik. Bukan menambah lembaga baru yang justru membebani anggaran negara,” katanya.

Ia menambahkan, dalam konteks demokrasi dan negara hukum, posisi Polri di bawah Presiden juga menjadi bentuk pertanggungjawaban langsung kepada rakyat melalui kepala negara yang dipilih secara demokratis.

“Polri adalah alat negara, bukan alat kekuasaan. Penempatannya langsung di bawah Presiden adalah bentuk kontrol demokratis yang sudah tepat,” pungkas dr. Syamsul.

Pernyataan Wakil Rektor Universitas Tomakaka Mamuju ini menambah daftar suara akademisi dan tokoh masyarakat yang menolak pembentukan Kementerian Kepolisian, sekaligus memperkuat pandangan bahwa stabilitas sistem yang ada perlu dijaga, bukan dirombak tanpa urgensi yang jelas.

Berita Terkait

PNM Tebar Syukur, Salurkan Hewan Kurban ke Warga Desa
Bahas Agenda Strategis Organisasi , KKSS Sulbar Matangkan Persiapan Raker Juni 2026
Munas HIPMI Lampung Disorot, BPD HIPMI Sulbar Minta Lokasi Dipindah
Safari Ramadan 1447 H, Otorita IKN Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat Wilayah Delineasi IKN
Menkopolkam RI Tinjau IKN, Apresiasi Progres dan Kesiapan Infrastruktur Kawasan Nusantara
Tegas & Konstitusional! Dekan Fakultas Teknik Universitas Tomakaka Mamuju: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Tak Perlu Kementerian Kepolisian
Ketua Prodi Arsitektur Universitas Tomakaka Mamuju Tegas Dukung Polri di Bawah Kepemimpinan Presiden
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Siap Sapu Enam Kabupaten, Proyek Jalan APBD Jadi Sorotan Utama
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 14:25 WIB

PNM Tebar Syukur, Salurkan Hewan Kurban ke Warga Desa

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:20 WIB

Bahas Agenda Strategis Organisasi , KKSS Sulbar Matangkan Persiapan Raker Juni 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:41 WIB

Munas HIPMI Lampung Disorot, BPD HIPMI Sulbar Minta Lokasi Dipindah

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:02 WIB

Safari Ramadan 1447 H, Otorita IKN Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Masyarakat Wilayah Delineasi IKN

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:39 WIB

Menkopolkam RI Tinjau IKN, Apresiasi Progres dan Kesiapan Infrastruktur Kawasan Nusantara

Berita Terbaru

Advertorial

Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:11 WIB