Terkait Refocusing Anggaran Vaksin Komisi l Minta TPP ASN Jangan Di Pangkas Pemkab

- Jurnalis

Minggu, 21 Maret 2021 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sengkang – Pihak Komisi l DPRD Kabupaten Wajo berharap dan bersih kukuh untuk mempertahan dan memperjuangkan ke pihak Pemkab Wajo, agar rencana untuk refocusing atau pemangkasan anggaran untuk tahun 2021 terkait untuk penggangaran terkait vaksin covid19 di Wajo.

Ketua Komisi l DPRD Wajo, Haji Ambo Mappasessu kepada awak media yang mengungkapkan kalau rencana refocusing anggaran untuk vaksin covid19, secara pribadi dan Komisi l DPRD Wajo bersih kukuh dan bertahan untuk memperjuang tambahan penghasilan pegawai (TPP) lingkup aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Wajo agar tidak dikenakan pemangkasan anggaran.(Kami minta TPP ASN, Pemkab Wajo tidak melakukan pemangkasan anggaran, karena ini akan membuat sengsara para ASN kita, karena dengan adanya TPP ini untuk ASN tentu bisa membantu perekonomianya dan berdampak juga pada ekonomi masyarakat, apa yang mau dipakai belanja kalau TPP ini dipangkas, kasian mereka”.Cetusnya

Selain itu politisi dari partai Hanura ini yang merupakan perwakilan rakyat dari dapil l meliputi Kecamatan Tempe, berharap ke pihak Pemkab kalau untuk refocusing atau pemangkasan anggaran untuk vaksin covid19 tersebut lebih baik anggaran infrastruktur dinas PU yang dipangkas dan dikurangi anggaran daripada TPP ASN yang harus dipangkas.Tambah Haji Ambo Mappasessu Ketua komisi l DPRD Wajo ini.

Asisten III Pemkab Wajo H.Narwis yang menjelaskan kalau penetapan TTP di Wajo sebelumnya telah melakukan kerja di Tiga kabupaten dan ternyata beda beda pemberian TTP karena pandemi, di Wajo lebih tinggi dari daerah lain paparnya dan tidak semua ASN bisa menerima utuh dari TTP ASN ini.Katanya

Sedangkan Kabag organisasi dan juga tim TPP Muhamad Ilyas menjelaskan bahwa anggaran TPP tahun ini Rp.46.600.000.000.( empat puluh enam miliyar enam ratus juta rupian, tahun ini untuk 11 bulan di bayarkan.Ringkasnya

Sementara Kepada BKPSDM Kabupaten Wajo, Herman menjelaskan terkait absen kehadiran pegawai di masa pandemi memakai sistem online kalo fingerprint banyak yang rusak dan banyak kelemahan dan kekurangan, juga ada yang rusak serta banyak pakai silicon, biasanya satu yang datang mengapsen pakai silicon dan terbaca datang semuanya di kantor.Ujarnya

“Ada rencana saya kalau di ijinkan Bupati mencoba mensampel mereka jadi bisa di tau ini yang datang dan tidak, karena dulu banyak PNS yang ongkang kaki di warkop dan sekarang sudah tidak ada, kalau pun ada mungkin tidak dapat TPP dan untuk peningkatan untuk kesejahtraan pegawai bukan kewenangan saya”.Tambahnya

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru