Wacana Larangan Dagang Minyak Goreng Curah Dikeluhkan Pedagang dan Pengusaha Kecil Mamuju

- Jurnalis

Selasa, 8 Oktober 2019 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU, RAKYATTA — Kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan tentang larangan dagang minyak goreng curah per Januari 2020 dikeluhkan banyak pengusaha dan pedagang kecil di Mamuju.

Pasalnya, jika kebijakan tersebut dilaksanakan, maka para pengusaha dan pedagang kecil akan menanggung rugi dikarenakan ongkos produksi yang makin tinggi jika menggunakan minyak goreng bermerk. Disamping itu harga minyak goreng bermerk pun terbilang cukup mahal dipasaran

Salah seorang pedagang gorengan, Anto (28) mengaku minyak goreng curah digunakannya untuk menggoreng makanan dagangannya lantaran murah dan juga dapat menekan selisih biaya produksi dengan hasil keuntungan yang didapatkannya dalam sehari

“Kalau harus menggunakan minyak goreng bermerk kita bisa rugi, dalam sehari biasanya 2 liter minyak goreng kita pakai, belum beli bahan bakunya sedangkan harga gorengan pun cuma seribu rupiah kita jual,” ungkap pedagang yang biasanya menjajakan aneka gorengan berupa tempe, tahu, ubi, dan bakwan tersebut.

Salah seorang penjual minyak curah di pasar regional Mamuju, Kasma (38) pun mengaku akan menanggung rugi pabila kebijakan itu dilaksanakan. Menurutnya untuk segmentasi pasar tradisional, minyak goreng curahlah yang banyak dicari.

“Biasanya pembeli kalau ke pasar tradisional cari minyak goreng curah, kalau minyak goreng bermerk mereka lebih memilih beli di minimarket karena biasa lebih murah,” tuturnya.

Kasma pun mengaku mendapatkan minyak goreng curah dari pedagang besar yang selanjutnya ia ecer dalam ukuran botol mineral kecil dan besar maupun jerigen 25 Liter.

“Yang sering beli itu masyarakat kecil, semisal pedagang kecil, gorengan dan lainnya. Kasian kalau dilarang lagi jual minyak ini (curah) karena yang pakai cuma yang agak kebawah perekonomian nya,” tambah Kasma

Kasma pun biasa menjual minyak goreng curah untuk ukuran botol mineral kecil seharga Rp 8 ribu, botol mineral besar seharga Rp 15 ribu dan jerigen ukuran 25 Liter seharga Rp 55 ribu

Berita Terkait

Bangunan Wisata Pantai Malauwa Ludes Terbakar, Damkar Mamuju Berjibaku Padamkan Api
Cegah Kelangkaan BBM, Polresta Mamuju Terjunkan Personel ke Sejumlah SPBU
SPBU 74.915.07 Simboro Mamuju Pastikan Pelayanan BBM Berjalan Normal, Masyarakat dan Kendaraan Tetap Terlayani
Aksi Humanis SPBU Simboro, Pengendara yang Antre BBM Dapat Masker Gratis
Widya Lestari Raih Juara II Nasional, Harumkan Nama Sulbar di Muktamar BKMT
Bantuan Pangan Beras Disalurkan di Binanga, Total 1.929 Kg untuk 643 Penerima
Antrean BBM, SPBU Simboro Beri Makanan Gratis kepada Pengendara
MUC Taman Karema Resmi Diluncurkan, Jadi Titik Balik Kebangkitan UMKM di Mamuju
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Bangunan Wisata Pantai Malauwa Ludes Terbakar, Damkar Mamuju Berjibaku Padamkan Api

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Cegah Kelangkaan BBM, Polresta Mamuju Terjunkan Personel ke Sejumlah SPBU

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:03 WIB

SPBU 74.915.07 Simboro Mamuju Pastikan Pelayanan BBM Berjalan Normal, Masyarakat dan Kendaraan Tetap Terlayani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Aksi Humanis SPBU Simboro, Pengendara yang Antre BBM Dapat Masker Gratis

Jumat, 25 September 2026 - 20:10 WIB

Widya Lestari Raih Juara II Nasional, Harumkan Nama Sulbar di Muktamar BKMT

Berita Terbaru