RAKYATTA.CO, MAMUJU — Imam Santoso Resmi melaporkan oknum yang mencatut nama dirinya di salah satu media online yang melaporkan Dugaan Ijazah Palsu salah satu anggota DPRD Mamuju belum lama ini.
” Ya benar, hari ini kami juga sudah memasukkan laporan di Polda Sulbar atas pemberitaan salah satu media online yang mencatut nama saya terkait dugaan ijazah palsu salah satu anggota DPRD Mamuju,” terang Imam Santoso.
Imam menjelaskan bahwa, setelah kami sampaikan laporan di SPKT Polda Sulbar, kami diarahkan ke Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sulbar, dan bukti berupa berita yang kami sudah print sebelumnya sudah diserahkan.
” Jadi, semua dokumen berupa berita di media online yang mencatut nama saya, sudah saya serahkan ke Ditreskrimsus Polda Sulbar, dan pihak yang menerima kami mengaku akan melakukan konsultasi dengan Kasubditnya terlebih dahulu,karena saat ini beliau di luar kota,” terang Imam Santoso.
” Kita tinggal menunggu hasil konfirmasi tersebut, intinya kami serahkan kepada pihak yang memiliki kewenangan atas persoalan ini,”sambungnya.
Ditanya soal motif pelaporannya, dirinya mengaku merasa sangat dirugikan atas pemberitaan serta pencatutan namanya terhadap dugaan kasus ijazah palsu yang baru – baru ini telah dihentikan prosesnya.
“Saya tentu merasa dirugikan, karena pada pemberitaan tersebut nama saya dicatut lalu menyebutkan bahwa saya membawa bukti (diduga rekayasa) KR02, padahal saya tidak pernah melakukan hal yang disebutkan,” kata Imam Santoso.
Tak hanya itu, Imam Santoso mengungkapkan bahwa pada pemberitaan sebelumnya, pihaknya tidak pernah dikonfirmasi oleh penulisnya terlebih LSM yang melaporkan kasus tersebut.
” Saya tidak pernah dikonfirmasi oleh pihak media yang mencatut nama saya terlebih LSM, baik itu melalui telepon maupun secara langsung. Sehingga semua keterangan pada media online yang mencatut nama saya itu tidak benar adanya,” kata Imam Santoso.
Dia kemudian berharap bahwa laporan yang telah dimasukkan hari ini, itu bisa segera mendapat atensi dan menemukan titik terang.
Sebagai pihak yang merasa dirugikan, tentu saya berharap bahwa atas laporan kami ini itu bisa segera diatensi dan menemukan titik terang,” pungkas Imam Santoso.
Penulis: Adhi Riadi










