BKKBN Sulbar Target Seluruh Kabupaten Punya Grand Desain Pembangunan Kependudukan

- Jurnalis

Jumat, 29 November 2019 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU, RAKYATTA.CO — Pembuatan suatu kebijakan pemerintah daerah terkait pembangunan mestilah didasari oleh suatu acuan akademis berupa data dan dokumen pendukung agar tak salah arah dan menghasilkan apa yang diharapkan.

Salah satu bentuk acuan dalam perumusan rencana pembangunan daerah ialah draft Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang mana memuat data terkait jumlah dan persebaran penduduk, tingkat vertilitas sampai dinamika demografi suatu wilayah.

Kepala BKKBN Sulbar, Andi Rita Mariani dalam Press Rilis BKKBN Sulbar, Jumat (29/11/2019) menjelaskan betapa pentingnya penyusunan GDPK sebagai acuan pembangunan Sulawesi Barat dengan 6 Kabupatennya.

Pihaknya mengungkapkan telah mulai mendampingi Pemerintah Kabupaten dalam membuat draft tersebut yang bekerjasama dengan institusi perguruan tinggi yang ada.

“Sudah ada tiga kabupaten yang telah menyelesaikan GDPK ini, yaitu Kabupaten Majene dan Mamuju Tengah, Kemudian Kabupaten Pasangkayu namun baru 1 aspek yang telah diselesaikan. Kedepannya kami target seluruh kabupaten memiliki GDPK, dan ini masih sementara berproses,” ungkap Andi Rita.

Dalam draft GDPK yang dimaksud, termaktub 5 aspek kunci dalam merumuskan arah pembangunan sesuai demografi penduduk. Yaitu Aspek Kuantitas Penduduk, Aspek Kualitas Penduduk, Aspek Pembangunan Keluarga, Aspek Persebaran dan Pengarahan Mobilitas Penduduk serta Aspek Administrasi Kependudukan.

“GDPK ini dapat memberi gambaran kepada pemerintah daerah dalam mengintervensi suatu wilayah melalui suatu kebijakan melalui pendekatan analisis data. Contohnya saja suatu wilayah yang penduduknya rata-rata lansia dengan wilayah yang penduduknya rata-rata diusia kerja akan berbeda bentuk intervensi kebijakan baik dalam bentuk bantuan sosial maupun intervensi peningkatan ekonomi,” pungkas Rita.

Analisis dampak kependudukan menjadi bagian penting yang harus dipikirkan bersama antara pemerintah pusat dan daerah. Dalam pelaksanaannya BKKBN melalui penyusunan GDPK telah memulai langkah-langkah antara lain Diseminasi kebijakan pengendalian penduduk dan pembangunan berwawasan kependudukan melalui kampung KB

Selain itu, Pemanfaatan data profil KKBPK sebagai input perumusan kebijakan dan strategi perencanaan, serta penyusunan kajian analisis dampak kependudukan.

“Kami juga telah membentuk rumah data kependudukan yang berada di kampung KB, sejauh ini sudah ada 35 Rumah Dataku,” tambahnya. (*/Iqb)

Berita Terkait

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan
Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri
Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident
Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov
Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan
Tiga Pelaku Judi Kiu-Kiu Diciduk di Campaloga, Polisi Sita Uang dan Kartu Domino
Masyarakat Nikmati Aktivitas di Malam Minggu, Polisi Mamuju Siaga di Persimpangan Jalan
Kapolres Metro Depok Pimpin Apel Siaga Jelang Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:32 WIB

Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Karhutlah, Kapolresta Mamuju : Lakukan Himbauan Dan Penegakan Hukum Kepada Pembakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 20:42 WIB

Rayakan HUT Polwan ke-78, Kapolresta Mamuju Beri Apresiasi untuk Srikandi Polri

Selasa, 1 September 2026 - 19:54 WIB

Pengaturan Arus Lalin Dalam Kota Hingga Malam Hari, Kapolresta Mamuju : Wujudkan Zero Accident

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WIB

Admin Pemukiman Setan Ditangkap Terkait Konten Bom Molotov

Selasa, 1 September 2026 - 18:04 WIB

Admin Akun Pemukiman Setan Diciduk Polisi, Diduga Sebarkan Konten Ajakan Kekerasan

Berita Terbaru