Masih Pendalaman, Kapolres Mateng: Kasus Bripda NI Jika Terbukti Sanksi Menanti

- Jurnalis

Selasa, 11 Februari 2025 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id – Kasus dugaan penghamilan yang melibatkan seorang anggota Polres Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, Bripda NI, masih dalam tahap pendalaman oleh pihak kepolisian.

Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Hengky Kristano, memastikan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden yang melibatkan Bripda NI dan kekasihnya, yang berinisial AS (21).

Kasus ini pertama kali mencuat setelah wanita berinisial AS mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang mengungkapkan tudingan kekerasan fisik serta paksaan untuk melakukan aborsi.

Dalam pesan tersebut, AS mengaku dipaksa oleh Bripda NI untuk mengakhiri kandungannya dan merasa terancam setelah hubungan mereka mengalami masalah serius.

“Saya sekarang nda masalah ji kau mau bagaimana di belakangku, tapi satu yang kuminta tolong buka sedikit hatimu untuk tanggung jawab,” tulis AS dalam pesan tersebut, yang viral di media sosial.

Kapolres Hengky Kristano menegaskan bahwa Propam Polres Mateng saat ini masih melakukan pendalaman terkait laporan ini. Ia mengungkapkan bahwa pihak Provost Polres Mateng tengah menangani masalah ini dengan serius.

“Sementara ini, Propam Polres Mateng masih melakukan pendalaman, dan kami akan mengambil langkah sesuai dengan hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan akan memberikan sanksi tegas jika nantinya terbukti bahwa Bripda NI melanggar kode etik kepolisian maupun hukum yang berlaku. Kapolres menekankan bahwa setiap anggota kepolisian harus menjaga sikap dan perilaku yang mencerminkan integritas serta profesionalisme, dan jika terbukti bersalah, sanksi akan diterapkan.

Bripda NI, yang saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Mateng, berada dalam sorotan publik setelah kabar mengenai dugaan tindakan kekerasan dan pemaksaan tersebut menjadi viral. Masyarakat menanti proses hukum yang transparan dan adil terkait masalah ini.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Hengky juga mengingatkan seluruh anggota kepolisian untuk selalu mengedepankan etika dan tanggung jawab dalam kehidupan pribadi maupun dinas, agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.

Sebagai langkah lanjutan, pihak kepolisian masih terus mendalami berbagai bukti dan keterangan untuk memastikan kebenaran dari tuduhan yang ada. Jika terbukti bersalah, Bripda NI akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di lingkungan Polri.

Berita Terkait

Atasi Antrean BBM di Sulbar, Kapolda dan Pertamina Siapkan Tim Gabungan
Bangun Generasi Berprestasi, Kapolresta Mamuju Ingatkan Siswa SMAN 2 Hindari Perbuatan Melanggar Hukum
Ditbinmas Polda Sulbar Sambangi SPBU, Awasi Antrean dan Distribusi BBM Bersubsidi
Patroli Malam URC Sat Reskrim Polres Majene, Antisipasi 3C dan Kriminalitas Jalanan
Gatur Lalin Jadi Aksi Nyata Hadirnya Polisi di Jalan Raya, Kapolresta Mamuju Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas
kapolres polman pimpin operasi patuh marano 2026, keselamatan jadi prioritas
Polres Majene Gelar Apel Operasi Patuh Marano 2026, Dorong Disiplin dan Keselamatan Berlalu Lintas
Gugatan Praperadilan Polres Pasangkayu Ditolak, Bidkum Polda Sulbar Kawal Proses Hukum
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Atasi Antrean BBM di Sulbar, Kapolda dan Pertamina Siapkan Tim Gabungan

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Bangun Generasi Berprestasi, Kapolresta Mamuju Ingatkan Siswa SMAN 2 Hindari Perbuatan Melanggar Hukum

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Patroli Malam URC Sat Reskrim Polres Majene, Antisipasi 3C dan Kriminalitas Jalanan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Gatur Lalin Jadi Aksi Nyata Hadirnya Polisi di Jalan Raya, Kapolresta Mamuju Utamakan Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:51 WIB

kapolres polman pimpin operasi patuh marano 2026, keselamatan jadi prioritas

Berita Terbaru