Oleh. DR. Aco Musaddad HM.
_(Kadis Kominfo SP Polewali Mandar)_
Iklan Bersponsor Google
OPINI — Para ulama terdahulu menunaikan ibadah haji kemudian menetap di tanah suci untuk menuntut ilmu, hingga bertahun-tahun. Setelah balik ke tanah air kemudian mereka melakukan banyak hal untuk perbaikan umat. Diantaranya KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada tahun 1912 M setelah pulang beribadah haji dari tanah suci, KH.Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdatul Ulama pada tahun 1926 M setelah pulang beribadah haji.
Demikian pula Ulama Mandar diantaranya KH. Muhammad Thahir Imam Lapeo mendirikan Mesjid At-taubah Lapeo Mandar pada tahun 1902 setelah beliau pulang menunaikan Ibadah Haji. Annangguru Saleh memimpin Tareqat Qadiriyah Mandar setelah pulang menunaikan Ibadah Haji. Dan masih banyak lagi ulama – ulama di Mandar di era tahun 1700-an dan 1800-an yang melaksanakan ibadah haji kemudian memberikan kontribusi di tanah air, misalnya Sayyid Alwi, Syekh Maemanah Bin Abdullah, (Annangguru Matowa), Syekh Nuh Bin Maemanah (Annangguru Nuh) mendirikan pengajian kitab kuning di Mandar setelah menunaikan Ibadah Haji.
Demikian pula halnya ulama tanah Bugis seperti Anregurutta KH. Muh. As’ad Sengkang mendirikan Madrasah Al Arabiyah Islamiyah pada tahun 1930 M yang merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Sulawesi Selatan, lembaga ini didirikan KH As’ad setelah menunaikan Ibadah Haji dan menuntut ilmu pada Madrasah Al Falah Mekkah pada tahun 1928.
Madrasah Al Arabiyah Islamiyah ini merupakan cikal bakal berdirinya Darul Dakwah wal Irsyad (DDI) yang juga diprakarsai oleh para ulama Sulawesi Selatan yang pada umumnya telah menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu agama di Tanah Suci Mekkah.
Ini merupakan sebuah indikasi bahwa haji dapat mendatangkan perubahan dan inspirasi untuk melakukan terbaik bagi masyarakat. Orang-orang dulu jika pulang haji dijadikan sebagai perjalanan menuntut Ilmu dan beribadah.
Perjalanan haji bukanlah perjalanan biasa, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang sekaligus mengandung aspek sosial, ekonomi dan budaya.
Bahkan Indonesia dapat meraih kemerdekaan salah satu indikatornya dipelopori oleh para Ulama Nusantara dan Pejuang Kemerdekaan yang telah menunaikan Ibadah Haji.
Iklan Google AdSense
Penulis : Aco Mappinawang