Dua Rumah Dirusak Massa Gara-Gara Kesaksian di Sidang Tanah, Polisi Turun Tangan Evakuasi Warga Parappe

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLMAN – Suasana mencekam menyelimuti Dusun Passairang, Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Jumat dini hari (13/6/2025), setelah massa mengamuk dan merusak dua rumah warga. Kericuhan dipicu kesaksian salah satu pemilik rumah dalam sidang sengketa tanah yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Polewali.

Kapolres Polman, AKBP Anjar Purwoko, turun langsung memimpin evakuasi bersama Kabag Ops Kompol Najamuddin, jajaran pejabat utama, dan personel Polres Polman. Aksi cepat aparat ini dilakukan menyusul serangan massa yang melempari rumah dengan batu dan kayu pada Kamis malam (12/6), sekitar pukul 18.30 WITA.

“Korban dari pengrusakan ini adalah salah satu saksi yang menguntungkan pihak penggugat dalam perkara sengketa tanah. Pihak yang tidak puas kemudian melakukan aksi sepihak dengan cara anarkis,” ungkap AKBP Anjar kepada wartawan.

Aksi brutal ini terjadi buntut dari ketegangan dalam kasus sengketa tanah antara Nurma Atjo, L.P., dkk, melawan Jumardi, dkk, dalam perkara Nomor: 102/Pdt.G/2024/PN.Pol. Massa yang diduga simpatisan pihak tergugat merasa dirugikan dan melampiaskan kemarahan pada rumah saksi.

Akibat serangan itu, dinding rumah rusak dan kaca jendela pecah. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sedikitnya 200 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban beserta keluarganya dari tempat kejadian.

“Alhamdulillah, kami berhasil evakuasi beberapa orang. Ada dua rumah yang dirusak,” tambah Kapolres.

Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut jika korban resmi melaporkan kejadian ini. Namun, mereka juga mempertimbangkan aspek sosial agar pelaporan tidak memicu konflik yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Kami akan tindak lanjuti sesuai prosedur jika ada laporan resmi, tapi tentu dengan pertimbangan dampak kamtibmas. Kami tidak ingin memperkeruh suasana,” ujar AKBP Anjar.

Ia pun mengimbau warga agar tidak main hakim sendiri. Ketidakpuasan terhadap keputusan pengadilan sebaiknya disalurkan lewat jalur hukum, bukan aksi kekerasan.

“Indonesia adalah negara hukum. Silakan gunakan jalur hukum bila merasa tidak puas, bukan lewat cara anarkis,” tegasnya.

Situasi di Desa Parappe kini berangsur kondusif berkat pengamanan dari pihak kepolisian, namun aparat tetap siaga penuh mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penulis : Aco Mappinawang

Berita Terkait

Kecelakaan Kerja Maut di Polman, Petani 39 Tahun Meninggal Saat Bantu Tebang Pohon
Cium Bau Menyengat, Warga Campalagian Temukan Petani 75 Tahun Meninggal
Tragis! Anak 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi Mapilli Barat
Kebakaran 1 Hektare Lahan di Polman, Satgas Karhutla dan Warga Berjibaku Padamkan Api
Kebakaran Lahan di Beroangin, Damkar dan Satgas Karhutla Terkendala Medan
Enam Karung Kakao Hilang, URC dan Sat Intelkam Polres Polman Olah TKP di Kuajang
Panen Raya di Wonomulyo, Dandim Polman Dorong Produksi Padi Terus Ditingkatkan
Damkar Terguling di Tumpiling, Tujuh Orang Luka
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Kecelakaan Kerja Maut di Polman, Petani 39 Tahun Meninggal Saat Bantu Tebang Pohon

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Cium Bau Menyengat, Warga Campalagian Temukan Petani 75 Tahun Meninggal

Senin, 14 September 2026 - 20:02 WIB

Tragis! Anak 5 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Irigasi Mapilli Barat

Minggu, 13 September 2026 - 23:19 WIB

Kebakaran 1 Hektare Lahan di Polman, Satgas Karhutla dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:35 WIB

Kebakaran Lahan di Beroangin, Damkar dan Satgas Karhutla Terkendala Medan

Berita Terbaru