SDK Tolak Tambah Utang, Sulbar Hadapi 2025 dengan Keberanian Fiskal

- Jurnalis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka

MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menyampaikan refleksi akhir pekan yang menggugah terkait tantangan fiskal yang akan dihadapi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun anggaran 2025. Dalam kondisi keuangan yang cukup menekan, SDK menegaskan sikap tegasnya untuk tidak menambah utang, meskipun opsi tersebut telah ditawarkan oleh pemerintah pusat.

“Sulbar sudah dua kali meminjam ke PT SMI. Cicilannya masih berat dan belum lunas. Saat saya minta dijadwal ulang, justru disarankan menambah utang. Saya tolak. Lebih baik kita bayar dan lunas dalam tiga tahun ke depan,” tegas SDK.

Berdasarkan data resmi dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sulbar, beban fiskal yang harus ditanggung pada tahun 2025 mencapai Rp384 miliar. Rinciannya meliputi pembayaran pokok pinjaman ke SMI sebesar Rp99,4 miliar, bunga pinjaman Rp8,7 miliar, penyesuaian Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ditarik oleh pusat sebesar Rp130,2 miliar, serta pengurangan belanja akibat tidak tercapainya retribusi daerah dan SiLPA 2024 senilai Rp145,7 miliar.

“Terus dari mana kita bisa membangun? Main sulap? Hehe,” kelakar SDK dalam nada serius menyindir bahwa penyusunan anggaran harus didasarkan pada kecermatan dan tanggung jawab, bukan pada janji manis utang yang membebani generasi berikutnya.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, SDK memastikan arah pembangunan strategis tetap dijaga. Pemprov Sulbar tetap memfokuskan anggaran pada program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah pengadaan mobil amrol dan ekskavator untuk mendukung pengelolaan sampah di tiga kabupaten.

“Sudah dua dekade sampah daerah diangkut, tapi pernahkah satu mobil sampah dikirim ke kabupaten? Tahun ini, kita bantu,” ungkapnya.

Selain itu, program-program pro-rakyat seperti jaminan BPJS gratis, pengembangan sektor peternakan, bantuan bibit pertanian, hingga perbaikan infrastruktur dasar tetap dijalankan sesuai dengan visi pembangunan.

Refleksi SDK ini mempertegas bahwa membangun daerah bukan sekadar perkara besarnya dana, melainkan tentang keberanian mengambil keputusan yang bijak dan bertanggung jawab demi masa depan Sulbar yang lebih berkelanjutan.

Berita Terkait

Badan Penghubung Sulbar Perkuat Kolaborasi Daerah di Rakornas FORKAPPSI 2026
Terima Info Melalui Call 110, Polresta Mamuju Respon Cepat Datangi TKP Tentang Keributan Rumah Tangga Berujung Minum Racun
Capaian TBC Sulbar Tertinggi Nasional, DKPPKB Perkuat GARATTA Menuju Eliminasi 2030
Dispoparekraf Sulbar Perkuat Data Ekraf Mamuju
RSUD Sulbar Raih Nilai Inovasi 97, MALABBI Jadi Unggulan Layanan Kesehatan
Visitasi KJSU KIA di RSUD Mateng, DKPPKB Sulbar Perkuat Layanan Rujukan
SDMK Puskesmas Mateng Lengkap, Masih Butuh 34 Nakes Baru
Harga TBS Sawit Sulbar Juni 2026 Resmi Ditetapkan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:34 WIB

Terima Info Melalui Call 110, Polresta Mamuju Respon Cepat Datangi TKP Tentang Keributan Rumah Tangga Berujung Minum Racun

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:07 WIB

Capaian TBC Sulbar Tertinggi Nasional, DKPPKB Perkuat GARATTA Menuju Eliminasi 2030

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:04 WIB

Dispoparekraf Sulbar Perkuat Data Ekraf Mamuju

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:02 WIB

RSUD Sulbar Raih Nilai Inovasi 97, MALABBI Jadi Unggulan Layanan Kesehatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:01 WIB

Visitasi KJSU KIA di RSUD Mateng, DKPPKB Sulbar Perkuat Layanan Rujukan

Berita Terbaru