Iklan Google AdSense

Rembuk Stunting Anreapi: Menuju Zero Stunting, Lawan Gizi Buruk di Ujung Polewali Mandar

- Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLMAN – Pemerintah Kecamatan Anreapi terus menunjukkan keseriusannya dalam memerangi stunting dengan menggelar Rembuk Stunting di Desa Kelapa Dua, Senin (7/7/2025). Meski hanya dijadwalkan berlangsung hingga pukul 12.00 WITA, tingginya antusiasme peserta membuat forum diskusi ini baru usai sekitar pukul 13.00 WITA.

Iklan Bersponsor Google

Kegiatan yang berlangsung di desa perbatasan Kabupaten Polewali Mandar dan Mamasa ini dihadiri lintas sektor, mulai dari Camat Anreapi Masrullah, Sekcam Muhammad Narwis, Kasi PMD, Tenaga Ahli P3MD Naharuddin, PLD Andi Halija, Petugas Gizi Puskesmas Anreapi, Kepala Balai KB Anreapi Purnama Dewi, Penyuluh KB Ahmad Kamal, para Kepala Dusun, Kader Posyandu, hingga tokoh masyarakat Kelapa Dua.

Camat Anreapi, Masrullah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan zero stunting. Ia menekankan bahwa target Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari anak-anak yang sehat dan bebas dari gizi buruk.

“Kita tidak bisa kerja sendiri. Indonesia Emas butuh anak-anak cerdas dan sehat. Stunting adalah ancaman nyata yang harus kita lawan bersama,” tegasnya.

Baca Juga :  Polres Polman Bagikan Ratusan Paket Sembako, Sasaran Petugas Kebersihan

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa Desa Kelapa Dua memiliki 43 balita stunting dari total 131 balita, atau 32,8%. Bahkan, 3 balita di antaranya sudah masuk kategori gizi buruk. Angka yang mengkhawatirkan ini menjadi perhatian serius semua pihak.

Kepala Desa Kelapa Dua menyampaikan terima kasih kepada semua stakeholder, namun juga menyoroti kendala geografis dan terbatasnya anggaran desa yang kerap menghambat realisasi usulan penanganan stunting.

Tenaga Ahli P3MD, Naharuddin, menyampaikan bahwa semua kebijakan anggaran desa harus didahului dengan musyawarah, sehingga rembuk stunting menjadi wadah strategis dalam menentukan arah intervensi yang tepat.

Diskusi makin menarik saat Sekcam Muhammad Narwis mengusulkan pentingnya data terperinci tiap balita stunting, termasuk latar belakang keluarga. Ia menegaskan bahwa penanganan harus berbasis data agar intervensi menjadi presisi dan tepat sasaran.

“Kita butuh data yang kuat. Tanpa itu, kita hanya mengobati gejala, bukan akar masalah,” ujarnya.

Baca Juga :  Motor Masuk Kolong Truk di Wonomulyo, Pemuda Tewas Saat Dilarikan ke RS

Ia juga menekankan perlunya menyasar remaja putri dalam upaya pencegahan, mengingat tingginya prevalensi anemia yang dapat berujung pada siklus stunting antar generasi.

Sementara itu, Kepala Balai KB Anreapi, Purnama Dewi, menyoroti peran penting ayah dalam pengasuhan anak. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas ibu.

“Ayah juga harus terlibat dalam parenting. Anak yang sehat lahir dari keluarga yang utuh secara perhatian,” tuturnya.

Meski suhu udara di Kelapa Dua cukup menusuk, suasana rembuk berlangsung hangat dan penuh semangat. Forum ini menjadi bukti bahwa kerja kolektif dan semangat gotong royong masyarakat adalah senjata utama dalam memutus rantai stunting.

Menutup kegiatan, Camat Masrullah menyampaikan pesan optimisme:

“Kita bisa capai zero stunting. Jika kita bersatu, data kita akurat, dan niat kita tulus, maka mimpi itu bisa jadi kenyataan.” Harap Masrullah.

Iklan Google AdSense

Berita Terkait

Dinsos Polman Pulangkan Ibu dan Balita ke Kalimantan Timur dengan Dukungan Relawan dan BAZNAS
Babinsa dan Warga Desa Pallis Gotong Royong Bersihkan Drainase
Aksi Cepat Pemerintah Kecamatan Anreapi Tangani Kasus Malnutrisi Balita di Duampanua
Tragis! Kebakaran di Polman Tewaskan Remaja 15 Tahun, Tiga Kios Ludes
Pesta Rakyat Balanipa Meriahkan HUT RI ke-80, Kuliner Mandar Jadi Pusat Perhatian
Kecelakaan Maut di Jalur Trans Sulawesi, Lansia Tewas Usai Diserempet Mobil Misterius
Pesta Rakyat Luyo Meriahkan HUT RI ke-80, Bupati Polman Turun Langsung
Karhutla Binuang: 1,2 Hektare Kebun Cengkeh dan Kakao Ludes Terbakar
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 22:04 WIB

Dinsos Polman Pulangkan Ibu dan Balita ke Kalimantan Timur dengan Dukungan Relawan dan BAZNAS

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:57 WIB

Babinsa dan Warga Desa Pallis Gotong Royong Bersihkan Drainase

Kamis, 28 Agustus 2025 - 10:46 WIB

Aksi Cepat Pemerintah Kecamatan Anreapi Tangani Kasus Malnutrisi Balita di Duampanua

Rabu, 27 Agustus 2025 - 21:08 WIB

Tragis! Kebakaran di Polman Tewaskan Remaja 15 Tahun, Tiga Kios Ludes

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:12 WIB

Pesta Rakyat Balanipa Meriahkan HUT RI ke-80, Kuliner Mandar Jadi Pusat Perhatian

Berita Terbaru