Penyerangan Brutal di Polman: 20 Pemuda Bersajam Lukai Warga Bonne-Bonne, Polisi Bergerak Cepat

- Jurnalis

Sabtu, 12 Juli 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLMAN – Aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam kembali mencoreng wajah keamanan di Kabupaten Polewali Mandar. Kali ini, peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Bonne-Bonne, Kecamatan Mapilli, pada Sabtu dini hari (12/07/25), ketika dua pemuda diserang secara brutal saat hendak mencuci motor di pinggiran sungai.

Korban berinisial MT (21) mengalami luka serius di tangan akibat sabetan senjata tajam jenis parang, sementara rekannya U (19) hanya bisa pasrah saat motor mereka juga dirusak oleh kelompok yang diduga berjumlah lebih dari 20 orang.

Kejadian ini bukan sekadar insiden kriminal biasa. Ini adalah alarm keras bagi aparat dan seluruh elemen masyarakat. Bagaimana mungkin sekelompok pemuda bisa begitu leluasa membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan di tengah malam tanpa terdeteksi?

Untungnya, respons cepat ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bonne-Bonne, Brigpol Wibowo, yang langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Kapolsubsektor Mapilli, Iptu Darwis, melalui Bhabinkamtibmas menegaskan bahwa kepolisian tidak akan tinggal diam.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kepada pihak berwenang. Siapapun yang mengetahui identitas pelaku, mohon segera melapor,” ujarnya.

Namun, kejadian ini menyisakan keresahan mendalam di tengah masyarakat. Apakah patroli rutin benar-benar berjalan efektif? Sejauh mana pengawasan dan pencegahan terhadap potensi konflik pemuda dilakukan?

Masyarakat menunggu aksi nyata dari aparat kepolisian, bukan sekadar himbauan. Patroli malam, pembinaan remaja, dan pendekatan sosial harus ditingkatkan agar kejadian seperti ini tak lagi terulang.

Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat pun diharapkan turun tangan. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga hasil dari kolaborasi antara warga, pemuda, dan pemangku kepentingan.

Desa Bonne-Bonne butuh rasa aman, bukan ketakutan setiap malam. Sudah saatnya kita semua tidak lagi membiarkan aksi premanisme mencederai kedamaian desa.

Penulis : Aco Mappinawang

Berita Terkait

Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman
Copet di Trans Sulawesi Pasangkayu, Polisi Dampingi Korban Buat Laporan
Dua Pelaku Diamankan Polisi Penganiayaan Maut di Pasar Salugatta Mamuju Tengah, Ini Motifnya
Pria Asal Polman Tewas di Mateng, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Polisi Selidiki Pencurian di Wisma Balanipa Wonomulyo, Kerugian Capai Rp10 Juta
Diduga Coba Culik Anak di Mamasa, Pria Asal Mateng Diamankan Warga dan Polisi
Meski Dilarang, Dugaan Sabung Ayam di Polewali Mandar Masih Berlangsung
Ketua MUI Mamuju Tengah Kecam Keras Pemerkosaan Kurir Perempuan di Bulan Ramadan
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:28 WIB

Jemput Ribuan Butir Ekstasi di Polman, Warga Sidrap Diciduk Tim Gabungan BNN Sulbar dan BNNK Polman

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:27 WIB

Copet di Trans Sulawesi Pasangkayu, Polisi Dampingi Korban Buat Laporan

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:28 WIB

Dua Pelaku Diamankan Polisi Penganiayaan Maut di Pasar Salugatta Mamuju Tengah, Ini Motifnya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:42 WIB

Pria Asal Polman Tewas di Mateng, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Senin, 11 Mei 2026 - 21:14 WIB

Polisi Selidiki Pencurian di Wisma Balanipa Wonomulyo, Kerugian Capai Rp10 Juta

Berita Terbaru

Advertorial

Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:11 WIB