POLMAN – Aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam kembali mencoreng wajah keamanan di Kabupaten Polewali Mandar. Kali ini, peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Bonne-Bonne, Kecamatan Mapilli, pada Sabtu dini hari (12/07/25), ketika dua pemuda diserang secara brutal saat hendak mencuci motor di pinggiran sungai.
Iklan Bersponsor Google
Korban berinisial MT (21) mengalami luka serius di tangan akibat sabetan senjata tajam jenis parang, sementara rekannya U (19) hanya bisa pasrah saat motor mereka juga dirusak oleh kelompok yang diduga berjumlah lebih dari 20 orang.
Kejadian ini bukan sekadar insiden kriminal biasa. Ini adalah alarm keras bagi aparat dan seluruh elemen masyarakat. Bagaimana mungkin sekelompok pemuda bisa begitu leluasa membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan di tengah malam tanpa terdeteksi?
Untungnya, respons cepat ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bonne-Bonne, Brigpol Wibowo, yang langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Kapolsubsektor Mapilli, Iptu Darwis, melalui Bhabinkamtibmas menegaskan bahwa kepolisian tidak akan tinggal diam.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan kepada pihak berwenang. Siapapun yang mengetahui identitas pelaku, mohon segera melapor,” ujarnya.
Namun, kejadian ini menyisakan keresahan mendalam di tengah masyarakat. Apakah patroli rutin benar-benar berjalan efektif? Sejauh mana pengawasan dan pencegahan terhadap potensi konflik pemuda dilakukan?
Masyarakat menunggu aksi nyata dari aparat kepolisian, bukan sekadar himbauan. Patroli malam, pembinaan remaja, dan pendekatan sosial harus ditingkatkan agar kejadian seperti ini tak lagi terulang.
Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat pun diharapkan turun tangan. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga hasil dari kolaborasi antara warga, pemuda, dan pemangku kepentingan.
Desa Bonne-Bonne butuh rasa aman, bukan ketakutan setiap malam. Sudah saatnya kita semua tidak lagi membiarkan aksi premanisme mencederai kedamaian desa.
Iklan Google AdSense
Penulis : Aco Mappinawang