Mamuju, — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menyambut langsung kedatangan Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam kunjungan kerja strategis ke Sulbar. Setibanya di Bandara Tampa Padang Mamuju, rombongan menteri langsung bertolak ke Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, untuk meninjau langsung potensi wilayah transmigrasi.
Iklan Bersponsor Google
Dalam sambutannya, Gubernur SDK menegaskan bahwa transmigrasi adalah fondasi pembangunan Sulbar. “Sejak dulu, Sulbar hidup dari transmigrasi. Kami mengajak Pak Menteri untuk bersama-sama membangun Sulbar melalui kebijakan strategis,” ucap SDK di hadapan rombongan Kementerian.
Gubernur memaparkan bahwa enam kabupaten di Sulbar telah menyiapkan lahan seluas 190.000 hektar sebagai kawasan baru untuk pengembangan transmigrasi modern. “Kami persilakan Pak Menteri memilih lokasi yang paling strategis. Semua daerah siap mendukung penuh,” tegasnya.
Menurut SDK, transmigrasi bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebutkan potensi unggulan Sulbar seperti kakao yang masuk 4 besar nasional, serta potensi peternakan dan perikanan yang belum tergarap maksimal.
“Kami juga dorong hilirisasi komoditas, seperti pengolahan CPO di Majene, agar nilai tambah ekonomi lebih tinggi. Kami ingin transmigrasi bukan sekadar program, tapi menjadi lompatan pembangunan,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan dan visi Pemprov Sulbar. Ia menegaskan bahwa program transmigrasi kini telah bertransformasi menjadi pembangunan kawasan ekonomi berbasis ekspor.
“Transmigrasi saat ini menyasar sektor produktif, tidak hanya soal pemindahan penduduk. Kami akan kirim 105 peneliti dalam 21 tim bulan depan untuk memetakan potensi Sulbar. Hasilnya akan jadi panduan investasi nasional,” ujarnya.
Menteri juga memperkenalkan program Transmigrasi Gotong Royong sebagai tindak lanjut dari Inpres No. 50 Tahun 2018, di mana pembangunan kawasan transmigrasi melibatkan sinergi antara pusat dan daerah, termasuk dengan Kementerian PUPR.
“Program ini akan membuka banyak lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kami ingin masyarakat langsung merasakan dampaknya,” tutup Menteri Iftitah.
Kunjungan ini menandai babak baru kerjasama strategis antara Kementerian Transmigrasi dan Pemprov Sulbar, yang digadang-gadang akan membawa Sulbar menjadi kawasan transmigrasi modern dengan daya saing tinggi di kancah nasional dan global.
Iklan Google AdSense