MAMUJU – Suasana Minggu pagi di Taman Karema, Mamuju, berubah menjadi penuh warna dan keceriaan. Iringan musik senam menggema, tawa riang, serta gerakan kompak peserta membuat area tersebut hidup semarak. Itulah kegiatan rutin Kerukunan Perantau Masyarakat Bone (KPM-B) Sulawesi Barat, yang kembali menggelar senam bersama.
Puluhan warga perantau asal Bone yang kini berdomisili di Mamuju hadir dengan semangat mengikuti setiap arahan instruktur. Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, wadah kebersamaan, sekaligus pelepas penat setelah rutinitas harian.
Ketua KPM Bone Sulbar, Iswadi, menegaskan bahwa agenda senam bersama bukan hanya menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antarperantau.
“Senam bersama ini bukan sekadar menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjaga ikatan hati antar sesama perantau. Di tanah rantau, persaudaraan seperti inilah yang menjadi penguat kita,” ungkapnya penuh semangat.
Selain senam, KPM Bone Sulbar juga aktif menjalankan sejumlah program sosial seperti Jumat Sedekah, pengajian, dan arisan kerukunan. Iswadi menambahkan, kegiatan tersebut dirancang agar manfaatnya tak hanya dirasakan anggota, tetapi juga masyarakat sekitar.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari wajah ceria yang menghiasi setiap gerakan. Seusai senam, momen hangat ditutup dengan sarapan bersama dan obrolan ringan, semakin mempererat rasa kekeluargaan.
Bagi para perantau asal Bone, kegiatan sederhana ini memiliki makna mendalam: menjaga identitas budaya, memperkuat solidaritas, sekaligus merawat kekeluargaan meski jauh dari kampung halaman.
Dengan konsistensi menjalankan agenda kebersamaan, KPM Bone Sulbar berharap dapat terus menumbuhkan rasa persaudaraan dan memberi kontribusi positif dalam membangun keharmonisan sosial di Mamuju serta Sulawesi Barat.










