Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali membuat gebrakan dengan menganugerahkan pangkat istimewa kepada dua tokoh penting, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago dan Letnan Jenderal Polisi (Purn.) Ahmad Dofiri. Penganugerahan ini resmi menaikkan pangkat keduanya menjadi Jenderal TNI Kehormatan dan Jenderal Polisi Kehormatan. Keputusan ini sontak menjadi sorotan publik sebagai bentuk apresiasi tertinggi dari negara.
Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) No. 84/TNI Tahun 2025 dan No. 85/POLRI Tahun 2025 yang diterbitkan langsung oleh Presiden Prabowo. Acara penganugerahan berlangsung khidmat di Istana Negara, disaksikan oleh para pejabat tinggi negara dan keluarga penerima penghargaan. Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini adalah wujud nyata dari penghormatan dan terima kasih negara atas pengabdian panjang dan luar biasa yang telah diberikan oleh Djamari Chaniago dan Ahmad Dofiri.
Pemberian pangkat kehormatan ini bukan tanpa alasan. Letjen TNI (Purn.) Djamari Chaniago dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak cemerlang di dunia militer. Dedikasinya yang tanpa batas dalam menjaga kedaulatan negara, pengorbanannya yang tulus, serta kesetiaannya kepada bangsa dan negara telah menjadi inspirasi bagi banyak prajurit. Karirnya yang gemilang di berbagai posisi strategis membuktikan komitmennya yang tak tergoyahkan.
Sementara itu, Letjen Polisi (Purn.) Ahmad Dofiri merupakan salah satu jenderal polisi yang sangat dihormati. Ia dikenal dengan integritas, profesionalisme, dan pengabdiannya yang tak kenal lelah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pengalamannya di berbagai bidang penegakan hukum dan perannya dalam menjaga stabilitas nasional membuatnya pantas menerima penghargaan tertinggi ini.
Pemberian pangkat Jenderal Kehormatan ini adalah langkah strategis Presiden Prabowo untuk menghargai para purnawirawan yang telah memberikan kontribusi besar. Keputusan ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di tubuh TNI dan Polri untuk terus berdedikasi dan mengabdi dengan sepenuh hati kepada negara.
Langkah Presiden Prabowo ini disambut positif oleh berbagai kalangan, baik dari militer, kepolisian, maupun masyarakat umum. Mereka menilai bahwa penganugerahan ini adalah pengakuan yang pantas atas pengorbanan dan loyalitas yang telah diberikan oleh para pahlawan bangsa. Keputusan ini menunjukkan bahwa negara tidak akan pernah melupakan jasa-jasa para abdi negara yang telah berjuang demi kejayaan Indonesia.










