Rektor UMM Tegas Menolak Kementerian Kepolisian: “Polri Harus Tetap di Bawah Presiden

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju — Wacana pembentukan Kementerian Kepolisian menuai penolakan keras dari kalangan akademisi. Rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju (UMMamuju), Dr. H. M. Tahir, M.Si, secara tegas menyatakan menolak gagasan tersebut dan menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus tetap berada langsung di bawah Presiden sebagaimana amanat konstitusi.

Menurut Dr. Tahir, pembentukan kementerian baru justru berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan, memperpanjang birokrasi, serta membuka ruang intervensi politik yang dapat mengganggu profesionalisme Polri sebagai alat negara penegak hukum.

“Polri adalah institusi strategis negara. Posisi Polri di bawah Presiden sudah tepat dan konstitusional. Jika dibentuk Kementerian Kepolisian, justru akan memperlemah fungsi komando dan independensi Polri,” tegas Dr. Tahir kepada wartawan, Selasa (…).

Ia menjelaskan, Pasal 30 UUD 1945 secara jelas menempatkan Polri sebagai alat negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, struktur komando Polri harus langsung bertanggung jawab kepada Presiden, bukan melalui kementerian.

Lebih jauh, akademisi yang dikenal kritis ini menilai bahwa pembentukan Kementerian Kepolisian tidak memiliki urgensi nyata, terlebih di tengah tantangan nasional yang membutuhkan efisiensi anggaran dan penguatan institusi, bukan penambahan struktur baru.

“Alih-alih membentuk kementerian baru, yang seharusnya dilakukan adalah memperkuat reformasi internal Polri, meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas,” ujarnya.

Dr. Tahir juga mengingatkan bahwa pengalaman sejarah menunjukkan, pemisahan Polri dari TNI dan penempatannya langsung di bawah Presiden merupakan bagian dari reformasi besar pasca-Orde Baru untuk memastikan supremasi sipil dan demokrasi berjalan dengan sehat.

Ia menilai, jika Polri ditempatkan di bawah kementerian, maka dikhawatirkan akan muncul politisasi kebijakan keamanan, yang pada akhirnya dapat menggerus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Sebagai pimpinan perguruan tinggi, Dr. Tahir mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pembuat kebijakan, untuk mengedepankan kajian akademik, konstitusional, dan kepentingan jangka panjang bangsa sebelum menggulirkan wacana strategis seperti pembentukan Kementerian Kepolisian.

“Negara ini tidak kekurangan lembaga, yang dibutuhkan adalah tata kelola yang kuat dan konsisten. Polri di bawah Presiden adalah pilihan paling rasional dan konstitusional,” pungkasnya.

Wacana Kementerian Kepolisian sendiri belakangan kembali mencuat di ruang publik dan memicu pro-kontra. Namun, pernyataan tegas Rektor UMMamuju ini menambah daftar suara kritis yang menilai bahwa stabilitas sistem keamanan nasional lebih penting daripada eksperimen struktural yang berisiko tinggi.

Berita Terkait

IJS Sulbar Perkuat Sinergi Lewat Raker
Satpol PP Mamuju Disorot, IJS Sulbar Singgung Dugaan Anggaran Fiktif Rp1,1 Miliar
Siamasei Band Guncang Mall Matos Mamuju, Pengunjung Malam Minggu Terhibur
Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal
Dari Kuli Tinta ke Pengacara, Imanuddin SH Dijuluki “Hotman Sulbar”
Bakti Kesehatan Polda Sulbar di Kopeang, Dukung Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas
Medivac ABK di Perairan Mamuju, Tim SAR Evakuasi dari Kapal Asing
Kareg Sulbar Tegas: Suspend SPPG Untuk Perbaikan Program MBG
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:36 WIB

IJS Sulbar Perkuat Sinergi Lewat Raker

Kamis, 28 Mei 2026 - 23:20 WIB

Satpol PP Mamuju Disorot, IJS Sulbar Singgung Dugaan Anggaran Fiktif Rp1,1 Miliar

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:57 WIB

Siamasei Band Guncang Mall Matos Mamuju, Pengunjung Malam Minggu Terhibur

Jumat, 24 April 2026 - 19:01 WIB

Kisah Warga Kopeang Melahirkan di Jalan, Indikasi Pentingnya Integrasi dan Sinergitas Layanan Kedokteran Kepolisian bagi Warga Marginal

Kamis, 23 April 2026 - 20:36 WIB

Dari Kuli Tinta ke Pengacara, Imanuddin SH Dijuluki “Hotman Sulbar”

Berita Terbaru

Advertorial

Survei Terravox: Kepuasan Publik terhadap SDK Tembus 81,5 Persen

Kamis, 4 Jun 2026 - 15:11 WIB