Lewat Universitas Terbuka, MAHMUD S.Pd., M.Pd Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Tolak Pembentukan Kementerian Kepolisian

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Pimpinan Layanan Universitas Terbuka (UT) Mamuju, Mahmud S.Pd., M.Pd, menyatakan dukungan penuh agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Ia menilai, posisi tersebut sudah tepat dan sesuai dengan sistem ketatanegaraan Indonesia, sehingga tidak perlu dibentuk Kementerian Kepolisian.

Mahmud menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada publik. Menurutnya, struktur Polri yang saat ini berada di bawah Presiden justru memberikan ruang gerak yang efektif dan responsif dalam menghadapi dinamika keamanan nasional.

“Secara konstitusional dan historis, Polri berada langsung di bawah Presiden. Ini sudah ideal karena memungkinkan pengambilan kebijakan yang cepat dan terkoordinasi, terutama dalam situasi yang membutuhkan respons segera,” ujar Mahmud, Jumat (30/1/2026).

Ia menilai, wacana pembentukan Kementerian Kepolisian berpotensi menambah birokrasi baru yang justru dapat memperlambat proses pengambilan keputusan. Selain itu, pembentukan kementerian baru juga dinilai berisiko menimbulkan tumpang tindih kewenangan serta pemborosan anggaran negara.

“Yang dibutuhkan Polri saat ini bukan perubahan struktur kelembagaan, melainkan penguatan profesionalisme, integritas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sebagai akademisi, Mahmud juga menekankan pentingnya menjaga netralitas dan independensi Polri dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, dengan tetap berada di bawah Presiden, Polri dapat berfungsi secara optimal sebagai alat negara yang profesional, modern, dan terpercaya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan pemangku kepentingan, dapat memberikan dukungan konstruktif terhadap upaya reformasi Polri yang berkelanjutan. Fokus utama, kata dia, harus diarahkan pada peningkatan kepercayaan publik dan penguatan penegakan hukum yang berkeadilan.

“Polri adalah garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional. Sudah seharusnya kita mendukung penguatan institusi ini tanpa harus membebani dengan struktur baru yang belum tentu efektif,” pungkas Mahmud.

 

Berita Terkait

Dr. Haedar Harun: KKSS Rumah Bersama di Tanah Rantau
Turnamen Song KKSS Sulbar Pererat Silaturahmi di HUT RI ke-81
Perkuat Konsolidasi dan Silaturahmi, BPW KKSS Sulbar Kunjungan Kerja ke BPD KKSS Polewali Mandar
Viral! Luarbiasa, Muhammad Ja’far Hasibuan Bedah Kisahnya Dari 70 Ribu Rupiah, Jadi Referensi Akademik Dunia
Imanuddin Tegaskan Eksekusi Beru Beru Bukan Kemenangan, Tapi Penegakan Hukum
Kasus Beru-beru, Imanuddin Tegas: Eksekusi Putusan Inkracht Tak Bisa Lagi Diperdebatkan
Imanuddin: Putusan Inkracht Wajib Dilaksanakan, Eksekusi Lahan Beru-Beru Sesuai Mekanisme Hukum
BADKO HMI Sulbar Apresiasi Sinergi Polri dan Mahasiswa, Tebar Al-Qur’an di Majene
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Dr. Haedar Harun: KKSS Rumah Bersama di Tanah Rantau

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Turnamen Song KKSS Sulbar Pererat Silaturahmi di HUT RI ke-81

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Perkuat Konsolidasi dan Silaturahmi, BPW KKSS Sulbar Kunjungan Kerja ke BPD KKSS Polewali Mandar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Viral! Luarbiasa, Muhammad Ja’far Hasibuan Bedah Kisahnya Dari 70 Ribu Rupiah, Jadi Referensi Akademik Dunia

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:32 WIB

Imanuddin Tegaskan Eksekusi Beru Beru Bukan Kemenangan, Tapi Penegakan Hukum

Berita Terbaru

Advertorial

Sulbar Perkuat Jejaring Labkesmas Mamasa Lewat Program InPULS

Selasa, 8 Sep 2026 - 22:22 WIB