POLMAN — Gerak cepat ditunjukkan Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud. Orang nomor satu di Polman itu turun langsung ke Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, untuk menemui para penyintas kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).
Kehadiran Bupati di lokasi bencana menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memastikan para korban tidak dibiarkan berjuang sendiri pasca musibah yang menghanguskan sejumlah rumah warga beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan yang diserahkan meliputi paket permakanan, paket sandang, serta paket perlengkapan keluarga. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas yang kini tengah berupaya bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
Penyerahan bansos Kemensos RI itu turut dihadiri Bupati Polman H. Samsul Mahmud bersama tim dari Kemensos RI, didampingi Plt. Kepala Dinas Sosial Polman, Plh. Kabid Linjamsos, Kabid Dayasos, pekerja sosial kebencanaan, staf Dinsos, pihak Kecamatan Balanipa, pemerintah Desa Galung Tulu, relawan TAGANA, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Suasana haru menyelimuti momen penyerahan bantuan. Warga yang terdampak tampak menyambut langsung kedatangan rombongan pemerintah. Dukungan moril dan kehadiran langsung pimpinan daerah dinilai menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para korban.
Plt. Kepala Dinas Sosial Polman, Andi Hizbullah Mastar, SKM, M.Kes, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Galung Tulu.
“Kami sangat prihatin atas bencana yang terjadi. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali, dan kami berharap para penyintas bisa bersabar serta tetap kuat menghadapi ujian ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi dengan Kemensos RI terus dilakukan agar penanganan pasca kebakaran berjalan maksimal, termasuk pendampingan sosial bagi keluarga terdampak.
Langkah cepat Bupati Polman bersama Kemensos RI ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir di tengah warganya saat tertimpa musibah. Pemerintah daerah memastikan proses pemulihan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi berlanjut hingga para penyintas benar-benar pulih dan kembali menjalani aktivitas secara normal.
Solidaritas pemerintah dan masyarakat pun diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membangun kembali Galung Tulu, lebih tangguh dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ke depan.










