PASANGKAYU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Bidang Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) kembali melakukan survei pengamanan aset daerah di Kabupaten Pasangkayu, Rabu (22/4/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam memastikan aset daerah tertib administrasi, memiliki kepastian hukum, serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung sektor pendidikan.
Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perkimtanhub Sulbar, Fauzan, menegaskan bahwa kegiatan survei ini merupakan tahap krusial dalam penataan aset milik pemerintah daerah, khususnya yang berada di wilayah Pasangkayu.
“Kegiatan survei ini sangat penting sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh aset Pemprov Sulbar memiliki kepastian hukum dan administrasi yang jelas,” ujar Fauzan di sela kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan verifikasi lapangan dengan mencocokkan data fisik dan dokumen administrasi. Adapun fokus survei mencakup tiga titik strategis, yakni UPTD SMAN 1 Sarjo, UPTD SMAN 1 Bambalamotu, dan UPTD SMKN 1 Bambalamotu.
Fauzan menjelaskan, pengukuran dan pemetaan batas lahan dilakukan secara detail guna memastikan kesesuaian antara kondisi faktual di lapangan dengan dokumen yang dimiliki pemerintah.
“Data hasil survei ini akan menjadi dasar penting dalam proses sertifikasi aset melalui koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN),” jelasnya.
Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari mitigasi potensi sengketa lahan di masa mendatang. Dengan sistem inventarisasi yang tertib, pemerintah daerah diharapkan dapat lebih leluasa dalam merencanakan pengembangan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kita ingin memastikan tidak ada konflik di kemudian hari, sehingga pengembangan fasilitas pendidikan bisa berjalan maksimal dan tepat sasaran,” tambah Fauzan.
Ia juga berharap proses survei ini dapat rampung tepat waktu agar seluruh administrasi pertanahan aset sekolah segera tertib sesuai regulasi yang berlaku.
Di akhir kegiatan, Fauzan menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan masyarakat setempat yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pengukuran dan verifikasi berlangsung.
Dengan langkah ini, Pemprov Sulbar menunjukkan komitmennya dalam menjaga aset daerah sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Pasangkayu.










