MAMUJU – Hasil karya peserta cabang lomba kaligrafi pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Tahun 2026 akan memiliki nilai lebih dari sekadar karya seni. Seluruh karya tersebut direncanakan akan dilelang pada malam penutupan MTQ, dengan hasil penjualan dialokasikan untuk mendukung pembinaan dan pengembangan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sulbar.
Rencana tersebut disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulbar, Murdanil, saat meninjau pelaksanaan lomba kaligrafi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju, Selasa (30/6/2026).
Murdanil menjelaskan, seluruh karya kaligrafi yang dihasilkan para peserta akan menjadi aset atau inventaris LPTQ Sulbar. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam upaya memperkuat pembinaan seni kaligrafi dan literasi Al-Qur’an di daerah.
“Karena ini menjadi inventaris LPTQ, maka seluruh hasil karya peserta nantinya menjadi aset LPTQ,” ujar Murdanil.
Menurutnya, panitia saat ini tengah mematangkan mekanisme pelelangan yang akan dilaksanakan pada acara penutupan MTQ XI Sulbar. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat, tamu undangan, hingga para pecinta seni kaligrafi memiliki kesempatan untuk memiliki karya terbaik para peserta sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan LPTQ.
“Nantinya kemungkinan kita akan membuka lelang pada saat penutupan. Misalnya karya juara satu dihargai sekian,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat maupun pemerintah kabupaten se-Sulbar untuk ikut berpartisipasi dalam pelelangan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan generasi Qurani di Sulawesi Barat.
“Kami mengharapkan pejabat Pemprov maupun pemerintah kabupaten bisa berpartisipasi memberikan dukungannya. Hasil lelang ini nantinya akan masuk ke kas LPTQ sebagai bagian dari upaya pengembangan lembaga serta pembinaan dan penguatan literasi Al-Qur’an di Sulbar,” tuturnya.
Rencana pelelangan karya kaligrafi ini diharapkan menjadi inovasi dalam penyelenggaraan MTQ XI Sulbar. Selain memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah menghasilkan karya bernilai seni tinggi, kegiatan tersebut juga menjadi langkah konkret untuk menghadirkan sumber pendanaan bagi program pembinaan tilawah, pengembangan seni kaligrafi Islam, serta penguatan literasi Al-Qur’an secara berkelanjutan di Sulawesi Barat.
Dengan demikian, semangat MTQ tidak hanya berhenti pada ajang kompetisi, tetapi juga melahirkan manfaat jangka panjang bagi pengembangan LPTQ dan pembinaan masyarakat Qurani di Sulbar.










