MAMUJU – Pemerintah Kabupaten Mamuju memperingati Hari Jadi ke-486 dengan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan melalui kegiatan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Karampuang, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud implementasi tema Hari Jadi Mamuju tahun ini, “Mamuju Marendeng”, yang bermakna Mamuju Keren, Adaptif, Efisien, dan Tangguh.
Aksi peduli lingkungan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Mamuju, Hj. Sitti Sutinah Suhardi, didampingi Wakil Bupati Yuki Permana. Turut hadir unsur Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia, Danlanal Mamuju, para asisten Setdakab Mamuju, pimpinan perangkat daerah, komunitas lingkungan, para penyelam, serta masyarakat Pulau Karampuang.
Dalam sambutannya, Bupati Sutinah menegaskan bahwa semangat “Marendeng” tidak hanya dimaknai sebagai kemajuan pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tercermin dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, daerah yang benar-benar tangguh adalah daerah yang mampu merawat dan menjaga keseimbangan alam di tengah tantangan perubahan zaman.
“Hari ini melalui aksi transplantasi karang, kita sedang mengimplementasikan semangat adaptif dan tangguh. Kita menyadari bahwa ekosistem laut menghadapi tantangan akibat perubahan iklim maupun aktivitas manusia. Karena itu kita tidak boleh tinggal diam. Memulihkan terumbu karang yang rusak merupakan investasi bagi masa depan anak cucu kita agar mereka tetap dapat menikmati keindahan laut Mamuju yang lestari,” ujar Bupati.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan restorasi lingkungan tidak mungkin dicapai hanya oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat pesisir untuk bersama-sama menjaga kekayaan laut Mamuju.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama perangkat daerah terkait, komunitas pecinta alam, para penyelam, serta masyarakat Pulau Karampuang yang telah menginisiasi dan mendukung penuh aksi pelestarian lingkungan tersebut.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya hidup dengan menghentikan berbagai aktivitas yang merusak laut, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan kawasan pesisir, serta mendukung program rehabilitasi ekosistem laut secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, H. Hamzah Yunus, S.STP., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan transplantasi terumbu karang tahun ini menargetkan penanaman sebanyak 213 fragmen karang menggunakan media spider web. Penanaman dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama sebanyak 160 fragmen yang melibatkan masyarakat, sedangkan tahap kedua yang dilaksanakan pada hari ini sebanyak 63 fragmen.
Melalui aksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamuju berharap Pulau Karampuang dapat terus menjadi kawasan wisata bahari unggulan sekaligus pusat edukasi konservasi laut. Selain memperkuat ekosistem bawah laut, kegiatan ini juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kekayaan alam Mamuju agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.










