MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat resmi membuka **Manakarra Fair 2026** di Matos Mamuju, Jumat malam (10/7/2026). Ajang tahunan yang telah menjadi ikon pariwisata Sulbar ini kembali diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mempertahankan prestasinya sebagai salah satu event terbaik tingkat nasional.
Pembukaan Manakarra Fair 2026 dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, **Junda Maulana**, mewakili Gubernur Sulbar. Turut hadir Bupati Mamuju **Sutina Suhardi**, Founder Manakarra Fair sekaligus Wakil Ketua DPRD Sulbar **Sitti Suraidah Suhardi**, unsur Forkopimda, pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Junda Maulana menyampaikan salam dari Gubernur Sulawesi Barat sekaligus mengungkapkan rasa syukur karena Manakarra Fair kembali masuk dalam **Karisma Event Nusantara (KEN)**, program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun event-event terbaik di Indonesia melalui proses kurasi yang sangat ketat.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan prestasi yang membanggakan karena dari lebih dari 500 event yang diseleksi secara nasional, hanya sekitar 157 kegiatan yang berhasil lolos. Sulawesi Barat sendiri berhasil meloloskan tiga event unggulan, yakni Manakarra Fair, Sandeq Silumba, dan Mandar Kultur.
“Alhamdulillah Manakarra Fair kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara. Ini bukan sesuatu yang mudah karena proses seleksinya sangat ketat. Ini menjadi kebanggaan bagi Sulawesi Barat,” ujar Junda.
Ia juga mengingatkan bahwa pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Manakarra Fair berhasil meraih peringkat pertama dalam penilaian Karisma Event Nusantara. Prestasi tersebut diharapkan dapat kembali dipertahankan pada pelaksanaan tahun ini.
Mengusung tema kuliner khas daerah, Manakarra Fair 2026 menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan cita rasa Sulawesi Barat kepada wisatawan maupun masyarakat luas. Berbagai makanan tradisional, produk UMKM, hingga hasil kreativitas pelaku ekonomi kreatif ditampilkan selama pelaksanaan kegiatan.
Junda menilai sektor kuliner memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Karena itu, ia berharap Manakarra Fair terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Sulawesi Barat.
Selain menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata, Manakarra Fair juga terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan data penyelenggaraan tahun lalu, transaksi ekonomi selama event berlangsung mampu mencapai sekitar **Rp4 miliar**, memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM, pedagang, hingga sektor jasa.
“Semoga tahun ini omzetnya bisa lebih besar lagi sehingga manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat,” harapnya.
Ia menambahkan, sektor akomodasi serta usaha makan dan minum menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat sepanjang tahun 2026. Semakin banyak event berskala nasional digelar, maka semakin besar pula peluang peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak pada hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha lokal.
Menutup sambutannya, Junda Maulana berharap seluruh rangkaian Manakarra Fair 2026 berjalan sukses, aman, dan mampu kembali mengharumkan nama Sulawesi Barat di tingkat nasional dengan mempertahankan statusnya sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara pada tahun 2027.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat, Manakarra Fair diyakini akan terus menjadi etalase promosi budaya, pariwisata, serta penggerak ekonomi daerah yang membanggakan Sulawesi Barat.










