MAMUJU – Sekretariat DPRD Sulawesi Barat terus mempercepat langkah reformasi birokrasi dengan membekali aparatur sipil negara (ASN) kemampuan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang modern. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Aparatur yang digelar di Matos Mamuju, Sabtu (11/7/2026).
Bimtek yang mengangkat tema *”Reformasi Birokrasi dan Peningkatan Kinerja serta Tata Kelola Sekretariat DPRD Sulbar Mendukung Fungsi Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan DPRD”* ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan, efektivitas birokrasi, serta kesiapan ASN menghadapi era transformasi digital.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, hadir sebagai narasumber utama dengan materi bertajuk **”Pemanfaatan AI dalam Pemerintahan yang Beretika”**.
Dalam paparannya, Ridwan menegaskan bahwa pemanfaatan AI bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan di tengah meningkatnya volume data pemerintahan dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, akurat, dan transparan.
Menurutnya, teknologi AI mampu membantu mengotomatisasi berbagai pekerjaan administratif, mempercepat pengelolaan dokumen, hingga mendukung proses analisis data untuk menghasilkan keputusan yang lebih efektif.
Meski demikian, Ridwan mengingatkan bahwa AI tidak boleh dipandang sebagai pengganti aparatur sipil negara. Keputusan strategis tetap berada di tangan manusia dengan mempertimbangkan aspek etika, regulasi, dan kepentingan publik.
“AI membantu meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan pengambilan keputusan. AI adalah alat bantu, bukan pengganti ASN. Pemanfaatannya harus beretika, aman, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tegas Ridwan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Dinas KominfoSS Sulbar saat ini tengah menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam sistem pemerintahan daerah guna mempercepat pelayanan publik.
Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah fitur AI pada aplikasi ASN Sulbar yang dirancang mendukung berbagai kebutuhan pemerintahan, mulai dari penyusunan perencanaan dan evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), pembuatan konten videografi, hingga teknologi **speech-to-text** yang akan diintegrasikan ke dalam aplikasi Appe Sulapa dan Sipamandar.
Namun demikian, Ridwan menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan kualitas data, keamanan siber, infrastruktur pendukung, serta kompetensi sumber daya manusia.
“Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan literasi digital secara berkelanjutan menjadi kebutuhan mutlak agar kinerja perangkat daerah semakin optimal,” ujarnya.
Ridwan pun memberikan apresiasi kepada Sekretariat DPRD Sulbar yang telah mengambil langkah proaktif melalui penyelenggaraan bimtek tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas ASN menjadi fondasi penting agar penerapan teknologi AI dalam pemerintahan dapat berjalan efektif, aman, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional, inovatif, serta berdaya saing di era digital.










