MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat sinergi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga toleransi, keharmonisan, dan stabilitas kehidupan beragama di daerah.
Hal tersebut mengemuka saat Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menerima audiensi FKUB Provinsi Sulawesi Barat di Ruang Kerja Gubernur Sulbar, Mamuju, Kamis (24/9/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Murdanil. Audiensi menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan FKUB untuk membahas penguatan kerukunan umat beragama sekaligus mendukung terciptanya suasana daerah yang kondusif.
Gubernur Suhardi Duka menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi FKUB sebagai wadah komunikasi, konsultasi, serta mediasi antarumat beragama.
Menurutnya, keberadaan FKUB memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi lintas agama sekaligus menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Barat.
Suhardi Duka juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi FKUB yang selama ini turut menjaga harmonisasi kehidupan beragama di Sulbar.
Ia berharap FKUB terus aktif menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan berbagai elemen umat beragama, sekaligus mendorong tumbuhnya toleransi yang inklusif di tengah masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, FKUB turut memaparkan sejumlah program dan agenda yang akan dilaksanakan. Di antaranya penguatan dialog lintas agama, pembinaan kerukunan di tingkat kabupaten dan kota, serta langkah-langkah preventif untuk menjaga kondusivitas daerah.
Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan keberagaman agama dan keyakinan di Sulawesi Barat tetap menjadi kekuatan sosial yang mendukung pelaksanaan pembangunan.
Sementara itu, Kepala Biro Pemkesra Murdanil menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memfasilitasi dan mengoordinasikan berbagai kebutuhan FKUB dalam menjalankan program-program kerukunan umat beragama.
Ia menegaskan bahwa kerukunan merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang damai dan berkelanjutan.
Melalui audiensi tersebut, Pemprov Sulbar dan FKUB diharapkan semakin solid dalam membangun komunikasi serta memperkuat upaya menjaga toleransi antarumat beragama.
FKUB juga diharapkan terus mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman Sulawesi Barat.









