Kejar Target Akhir 2026, Sulbar Matangkan Digitalisasi Data Perlindungan Sosial

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mematangkan pelaksanaan program Perlindungan Sosial (Perlinsos) melalui rapat koordinasi yang digelar pada Jumat, 25 September 2026.

Rapat tersebut dipimpin langsung Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan diikuti sejumlah unsur terkait, mulai dari Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono, Kapolda Sulbar, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KominfoSS), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), hingga perangkat TNI kewilayahan.

Dalam arahannya, Suhardi Duka menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dalam mempercepat pendataan masyarakat sebagai bagian dari digitalisasi Perlindungan Sosial.

Gubernur meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Sulbar mengambil peran sebagai agen yang membantu proses pendataan masyarakat di wilayah masing-masing.

Menurut Suhardi Duka, pendataan menjadi tahapan penting untuk memastikan masyarakat yang berhak menerima manfaat program bantuan sosial pemerintah pusat dapat teridentifikasi secara tepat.

“Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam program digitalisasi Perlindungan Sosial untuk memastikan data masyarakat yang berhak menerima manfaat bantuan sosial dari pemerintah pusat dapat teridentifikasi dengan baik,” kata Suhardi Duka.

Ia menekankan, proses tersebut perlu dipercepat karena pendataan ditargetkan dapat diselesaikan hingga akhir 2026.

Data yang terkumpul nantinya diharapkan menjadi basis dalam pelaksanaan berbagai program bantuan sosial pada tahun berikutnya.

“Data yang dihasilkan selanjutnya akan menjadi basis pemanfaatan program bantuan sosial pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Hartono menyatakan kesiapan jajaran TNI untuk mendukung program tersebut, khususnya dalam membantu proses pendataan masyarakat di wilayah.

Hartono menjelaskan, pelaksanaan program digitalisasi Perlindungan Sosial akan melibatkan berbagai unsur kewilayahan, termasuk para Dandim, Danramil, dan Babinsa.

“Semua orang bisa menjadi agen untuk membantu mendata itu,” kata Hartono.

Ia menjelaskan, Dinas Sosial tetap menjadi sektor utama atau leading sector dalam pelaksanaan program Perlindungan Sosial. Sementara Dinas KominfoSS memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman teknis terkait sistem digital yang akan digunakan dalam proses pendataan.

Adapun jajaran TNI kewilayahan akan mendapatkan pembekalan mengenai teknis pelaksanaan pendataan sebelum membantu masyarakat di lapangan.

“Kita sifatnya nanti akan membantu. Yang mempunyai leading sector adalah Dinas Sosial. Kadis KominfoSS termasuk juga penting karena beliau yang akan memberikan teknik-teknik untuk mengaplikasikan digital tersebut,” jelasnya.

Setelah mendapatkan pembekalan, Babinsa diharapkan dapat membantu pelaksanaan pendataan masyarakat di wilayah binaan masing-masing. Kehadiran aparat kewilayahan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pendataan sekaligus membantu memastikan proses di lapangan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Jadi Babinsa akan kita sampaikan teknisnya, nanti biar dia membantu di lapangan,” tutur Hartono.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta perangkat kewilayahan, Pemprov Sulbar menargetkan proses digitalisasi Perlindungan Sosial dapat berjalan lebih terarah dan selesai sesuai target pada akhir 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun basis data yang lebih tertata sebagai dasar penyaluran program perlindungan sosial pada tahun berikutnya.

Berita Terkait

DKPPKB Sulbar dan PMI Edukasi 80 Warga Pasa’bu, Hidup Sehat Dimulai dari Keluarga
Legenda La Salaga dan Keris Manurung Siap Menggema di TMII, Sulbar Angkat Sejarah Kerajaan Mamuju
Sulbar Kejar Pemerataan Listrik, 84 Lokasi Masuk Target Pembangunan Lisdes 2026!
Anjungan Sulbar di TMII Jadi Pusat Edukasi Budaya, Mahasiswa STIE Banten Antusias Mengenal Tradisi Mandar
Anjungan Sulbar di TMII Benahi Aset Budaya, Tenun Sekomandi hingga Miniatur Sandeq Jadi Perhatian
Karateka Se-Indonesia Adu Prestasi di Mamuju, SDK: Generasi Muda Harus Berjiwa Juang!
Karhutla Mamuju-Mateng Jadi Sorotan, BPBD Sulbar Perkuat Koordinasi
BMKG Prediksi Musim Hujan Sulbar Mundur, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:41 WIB

DKPPKB Sulbar dan PMI Edukasi 80 Warga Pasa’bu, Hidup Sehat Dimulai dari Keluarga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Legenda La Salaga dan Keris Manurung Siap Menggema di TMII, Sulbar Angkat Sejarah Kerajaan Mamuju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Sulbar Kejar Pemerataan Listrik, 84 Lokasi Masuk Target Pembangunan Lisdes 2026!

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Anjungan Sulbar di TMII Jadi Pusat Edukasi Budaya, Mahasiswa STIE Banten Antusias Mengenal Tradisi Mandar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Anjungan Sulbar di TMII Benahi Aset Budaya, Tenun Sekomandi hingga Miniatur Sandeq Jadi Perhatian

Berita Terbaru

Hallo Polisi

URC Polres Polman Ungkap 3 Kasus Curanmor, 2 Motor Berhasil Diamankan

Minggu, 11 Okt 2026 - 10:41 WIB