Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Dinkes Sulbar: Waspadai Sesak hingga Nyeri Dada

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menjadi ancaman terhadap lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat. Asap yang ditimbulkan membawa partikel dan zat pencemar yang berpotensi menurunkan kualitas udara serta masuk ke saluran pernapasan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma, penyakit paru maupun penyakit jantung.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan paparan asap karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari keluhan ringan hingga kondisi yang membutuhkan penanganan medis.

“Paparan asap dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi hidung, batuk dan pilek, tenggorokan terasa perih, mata merah dan berair, hingga sesak atau kesulitan bernapas. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan asap dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan jika mengalami keluhan yang semakin berat,” kata Nursyamsi.

Menurutnya, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda bahaya akibat paparan asap karhutla. Beberapa kondisi yang harus diwaspadai antara lain sesak berat, sulit bernapas, nyeri dada, anak tampak lemas, atau kondisi kesehatan yang terus memburuk.

Jika gejala tersebut muncul, masyarakat diminta tidak menunda untuk mendapatkan pertolongan. Pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan diperlukan agar kondisi dapat segera ditangani sesuai tingkat keparahannya.

DKPPKB Sulawesi Barat juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi paparan asap dengan menerapkan langkah perlindungan diri, termasuk menggunakan masker ketika diperlukan serta menjaga kondisi lingkungan agar tetap sehat.

Di sisi lain, upaya perlindungan kesehatan tidak dapat dipisahkan dari pencegahan karhutla. Masyarakat diajak tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat memicu kebakaran serta menghasilkan asap yang berpotensi mencemari udara.

Nursyamsi menegaskan, perlindungan kesehatan masyarakat dari dampak karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, tenaga kesehatan, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama melakukan langkah pencegahan.

“Perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya asap karhutla semakin meningkat, sehingga dampak kesehatan yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera, termasuk melalui lingkungan yang lebih sehat serta masyarakat yang semakin terlindungi dari berbagai ancaman kesehatan.

Berita Terkait

7 Event Sulbar Masuk Seleksi KEN 2027, Festival Sandeq Jadi Andalan
Bapenda Sulbar Gandeng Ditlantas Polda, Bidik Potensi PKB Lewat Data NRKB
30 Nakes Sulbar Digembleng, Siap Hadapi Krisis Gizi Saat Bencana
52.329 Kasus ISPA di Sulbar, Balita dan Lansia Jadi Perhatian
Asap Tebal Selimuti Mamuju, BPBD Sulbar Imbau Warga Waspada
Asap Tebal Selimuti Pangale Mateng, BPBD Sulbar Turunkan Langkah Verifikasi
M. Natsir Pimpin Penguatan APIP, Target MCSP KPK 2026 Jadi Fokus
Naskah Kuno Pamboang Ungkap Jejak Awal Pitu Ba’bana Binanga
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:14 WIB

7 Event Sulbar Masuk Seleksi KEN 2027, Festival Sandeq Jadi Andalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:10 WIB

Bapenda Sulbar Gandeng Ditlantas Polda, Bidik Potensi PKB Lewat Data NRKB

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:03 WIB

52.329 Kasus ISPA di Sulbar, Balita dan Lansia Jadi Perhatian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Dinkes Sulbar: Waspadai Sesak hingga Nyeri Dada

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:57 WIB

Asap Tebal Selimuti Mamuju, BPBD Sulbar Imbau Warga Waspada

Berita Terbaru