MAMUJU — Menjelang peringatan dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan bertanggung jawab.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Barat periode 2026–2031, Dr. Nursalim Ismail, menjadi narasumber yang relevan untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kerukunan, mengedepankan dialog, serta menghindari tindakan kekerasan dalam menyikapi perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
Peringatan dua tahun pemerintahan merupakan momentum bagi masyarakat untuk mengevaluasi berbagai kebijakan dan menyampaikan aspirasi mengenai penyelenggaraan negara. Dalam negara demokrasi, kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan berbangsa yang perlu dihormati.
Namun, penyampaian aspirasi hendaknya tetap mengedepankan cara-cara damai. Tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, maupun kekerasan berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan mengalihkan perhatian dari substansi tuntutan yang disampaikan.
Dalam konteks kehidupan masyarakat Sulawesi Barat yang beragam, dialog dan sikap saling menghormati menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan sosial. Perbedaan pilihan, pandangan politik, maupun penilaian terhadap kinerja pemerintah tidak seharusnya menjadi alasan untuk memicu permusuhan atau tindakan yang merugikan pihak lain.
Masyarakat, termasuk mahasiswa dan kelompok pemuda, tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik secara terbuka melalui demonstrasi damai, diskusi publik, audiensi, maupun saluran aspirasi lainnya. Pada saat yang sama, seluruh pihak perlu menghormati hak orang lain, menjaga ketertiban, dan menghindari provokasi.
Momentum peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran diharapkan dapat menjadi ruang bagi penyampaian aspirasi yang konstruktif, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menjaga keamanan, kerukunan, dan kehidupan demokrasi yang sehat di Sulawesi Barat.










