MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar menggelar rapat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulbar, Kamis (16/4/2026).
Rapat tersebut membahas langkah mitigasi dan strategi menghadapi dampak fenomena El Nino, khususnya terhadap sektor pangan yang dinilai rentan terdampak perubahan iklim ekstrem.
Kepala Kesbangpol Sulbar, Darwis Damir, menegaskan bahwa El Nino bukan sekadar fenomena cuaca biasa, melainkan ancaman serius yang berpotensi memengaruhi stabilitas daerah secara luas.
“Jika tidak diantisipasi dengan baik, El Nino dapat menurunkan produktivitas pertanian, memicu kelangkaan pangan, hingga berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok. Ini tentu berimplikasi pada stabilitas sosial masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya mitigasi yang terintegrasi dan berbasis data agar dampak yang ditimbulkan bisa ditekan semaksimal mungkin. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman tersebut.
Dalam forum itu, BMKG Sulbar juga memaparkan proyeksi kondisi cuaca serta potensi kekeringan yang perlu diantisipasi oleh seluruh pemangku kepentingan. Sinkronisasi data menjadi fokus utama guna memastikan langkah antisipatif berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani, menegaskan bahwa kesiapsiagaan lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman El Nino.
“Koordinasi yang kuat antarinstansi sangat diperlukan agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara terukur dan berdampak nyata,” katanya.
Upaya ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menekankan penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Gubernur juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim, serta memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga melalui langkah-langkah antisipatif dan kolaboratif.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memperkuat strategi bersama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meminimalisasi dampak El Nino terhadap perekonomian masyarakat Sulawesi Barat.










