Bukan Cuma Sapi, IB Kerbau Mulai Digenjot di Mamasa, Genetik Ternak Jadi Fokus

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMASA — Teknologi Inseminasi Buatan (IB) tidak hanya diperuntukkan bagi ternak sapi dan kambing. Di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, teknologi reproduksi tersebut mulai diterapkan pada ternak kerbau sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas genetik dan populasi ternak.

Pelayanan IB pada ternak kerbau tersebut dilakukan pada Selasa (6/10/2026) oleh inseminator Kabupaten Mamasa, Suma Ali. Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi reproduksi ternak di Sulawesi Barat.

Melalui IB, peternak berpeluang mendapatkan keturunan dengan kualitas genetik yang lebih baik. Teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus membuka peluang pengembangan usaha peternakan masyarakat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, mengatakan pemanfaatan teknologi reproduksi ternak sejalan dengan arah pembangunan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, terutama dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor peternakan dan kesejahteraan masyarakat.

“IB bukan hanya untuk sapi dan kambing, tetapi juga dapat diterapkan pada ternak kerbau. Kami mendorong agar teknologi ini semakin dimanfaatkan oleh peternak karena dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas genetik dan populasi ternak di Sulawesi Barat,” ujar Hamdani.

Menurutnya, pemanfaatan IB pada berbagai jenis ternak menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan peternakan yang lebih produktif. Karena itu, peternak didorong untuk memanfaatkan layanan yang tersedia melalui petugas dan inseminator di masing-masing wilayah.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat, Nur Kadar, menjelaskan keberhasilan IB sangat dipengaruhi kondisi kesehatan dan reproduksi ternak serta ketepatan waktu pelayanan.

Ia mengatakan peternak perlu mengenali tanda-tanda birahi pada ternaknya. Jika tanda tersebut mulai terlihat, peternak diharapkan segera berkoordinasi dengan inseminator agar pelayanan dapat dilakukan pada waktu yang tepat.

“Kami mengajak peternak untuk tidak ragu memanfaatkan pelayanan IB. Bukan hanya sapi, tetapi kerbau dan kambing juga dapat dikembangkan melalui teknologi reproduksi ini,” jelas Nur Kadar.

Ia menambahkan, pelayanan yang tepat disertai pemeliharaan dan kesehatan ternak yang baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas keturunan sekaligus mendukung pertumbuhan populasi ternak di Sulawesi Barat.

“Dengan pelayanan yang tepat dan dukungan peternak dalam menjaga kesehatan ternak, diharapkan kualitas dan populasi ternak dapat terus meningkat. Tersedia stok semen beku kerbau di Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat,” tambahnya.

Pelayanan IB pada ternak kerbau di Mamasa menjadi salah satu langkah untuk memperluas pemanfaatan teknologi reproduksi pada berbagai jenis ternak. Peran inseminator di lapangan juga dinilai penting karena memberikan pelayanan secara langsung sekaligus membantu peternak memahami waktu dan tata cara reproduksi ternak yang tepat.

Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat mengajak peternak pemilik kerbau, sapi maupun kambing untuk memanfaatkan layanan IB yang tersedia. Peternak yang ingin meningkatkan kualitas keturunan dan mengembangkan populasi ternaknya dapat berkonsultasi dengan inseminator atau petugas peternakan setempat agar mendapatkan pelayanan sesuai kondisi ternaknya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan subsektor peternakan di Sulawesi Barat sekaligus meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi ternak yang dikelola masyarakat.

Berita Terkait

Karhutla Mamuju-Mateng Jadi Sorotan, BPBD Sulbar Perkuat Koordinasi
BMKG Prediksi Musim Hujan Sulbar Mundur, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir
APBD Sulbar 2027 Terancam Tak Cukup, Junda Maulana: Ada Program Sulit Dipenuhi
7 Event Sulbar Masuk Seleksi KEN 2027, Festival Sandeq Jadi Andalan
Bapenda Sulbar Gandeng Ditlantas Polda, Bidik Potensi PKB Lewat Data NRKB
30 Nakes Sulbar Digembleng, Siap Hadapi Krisis Gizi Saat Bencana
52.329 Kasus ISPA di Sulbar, Balita dan Lansia Jadi Perhatian
Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Dinkes Sulbar: Waspadai Sesak hingga Nyeri Dada
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Karhutla Mamuju-Mateng Jadi Sorotan, BPBD Sulbar Perkuat Koordinasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan Sulbar Mundur, BPBD Ingatkan Ancaman Karhutla hingga Banjir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bukan Cuma Sapi, IB Kerbau Mulai Digenjot di Mamasa, Genetik Ternak Jadi Fokus

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:35 WIB

APBD Sulbar 2027 Terancam Tak Cukup, Junda Maulana: Ada Program Sulit Dipenuhi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:14 WIB

7 Event Sulbar Masuk Seleksi KEN 2027, Festival Sandeq Jadi Andalan

Berita Terbaru