Mamasa – Komitmen dan kolaborasi menjadi kata kunci yang ditegaskan Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dalam Rapat Koordinasi bersama 181 Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Mamasa yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Mamasa
Iklan Bersponsor Google
Dalam forum strategis tersebut, Bupati menekankan pentingnya peran aktif desa dalam menyukseskan pembangunan berkelanjutan di Mamasa, termasuk mengawasi program penyaluran dan penggunaan pupuk gratis yang akan direalisasikan pada musim tanam padi mendatang.
“Program pupuk gratis ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan kita. Kepala desa wajib mengawasi distribusinya agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” tegas Welem.
Tak hanya soal pupuk, Bupati juga mencetuskan kesepakatan baru: Gerakan Jumat Bersih dalam rangka Hari Peduli Lingkungan. Melalui inisiatif ini, setiap Jumat seluruh desa diwajibkan menggerakkan aparat desa dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan selama minimal dua jam. Bupati menyebut kegiatan ini sebagai langkah konkret menanamkan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Kalian harus jadi motor penggerak yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat,” ucapnya penuh semangat.
Bupati juga mengingatkan pentingnya tata kelola dana desa yang transparan, efektif, dan sesuai kewenangan. Ia mengimbau para kepala desa untuk tidak bekerja sendiri, melainkan membangun sinergi bersama perangkat desa dan masyarakat. Menurutnya, anggaran terbatas pun bisa berdampak besar jika dikelola dengan cerdas dan jujur.
“Bekerjalah dalam tim, bangun kepercayaan publik. Jangan tunggu masalah muncul baru panik. Transparansi dan kolaborasi adalah kunci,” pesan Welem menutup arahannya.
Dengan gebrakan ini, Bupati Mamasa menegaskan bahwa wajah pembangunan daerah dimulai dari desa. Kolaborasi, kepedulian, dan integritas menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan Mamasa yang lebih maju dan sejahtera.
Iklan Google AdSense