DPRD Polewali Mandar Gelar RDP Bahas Normalisasi Sungai Matakali

- Jurnalis

Selasa, 11 Februari 2025 - 00:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POLMAN – Menindaklanjuti permasalahan pengerukan sungai di Kecamatan Matakali, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar (Polman) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi III DPRD Polman, Senin (10/02/2025). Rapat ini bertujuan untuk membahas kelanjutan normalisasi sungai Matakali yang telah menjadi perhatian masyarakat setempat.

RDP yang dihadiri oleh sejumlah warga Matakali, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Polewali Mandar, serta perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V, membahas progres pengerjaan dan penganggaran terkait normalisasi sungai yang selama ini menjadi masalah utama bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin, menyampaikan bahwa untuk menyelesaikan pengerjaan sungai Matakali, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 785 juta. Ia menambahkan, bahwa hal ini menjadi tugas penting bagi Komisi III DPRD Polman serta tim anggaran untuk mengawal penyediaan anggaran agar pengerjaan dapat dilanjutkan.

“Ini menjadi PR bagi kami, khususnya Komisi III dan teman-teman yang ada di banggar, serta masyarakat Matakali, untuk memastikan anggaran ini bisa disiapkan dan pengerjaan sungai ini bisa dilanjutkan,” ujar Amiruddin usai RDP.

Ia juga menjelaskan bahwa DPRD Polman akan segera membahas masalah anggaran tersebut setelah pelantikan Bupati terpilih pada 20 Februari mendatang. Ia berharap, meskipun ada kemungkinan Bupati terpilih akan menuju Hambalang, pembahasan tersebut tetap dapat dilaksanakan melalui perintah dari Sekda atau pihak terkait.

Sementara itu, perwakilan dari BWS Sulawesi V, Rangga, mengungkapkan bahwa rencana awal normalisasi sungai Matakali adalah sepanjang 10 kilometer. Namun, akibat pengurangan anggaran sebesar 80 persen, pengerjaan hanya bisa dilakukan sepanjang 1,5 kilometer. Saat ini, pengerjaan telah mencapai 1,2 kilometer, dengan sisa sekitar 300 meter lagi yang perlu diselesaikan. Rangga juga menegaskan bahwa meskipun anggaran terbatas, pengerjaan tetap dilanjutkan dan operator serta alat-alat pendukung masih berada di lokasi.

“Kita masih menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terkait kelanjutan bantuan penganggaran. Kami berharap bisa melanjutkan pekerjaan ini dengan dukungan anggaran dari Pemkab,” terang Rangga.

Di sisi lain, seorang warga Matakali, Zainal Abidin, menyatakan kekecewaannya terkait perubahan mendadak dalam pelaksanaan proyek normalisasi sungai tersebut. Zainal mengaku tidak menyangka bahwa pengerjaan yang awalnya direncanakan sepanjang 10 kilometer hanya dilakukan beberapa kilometer saja.

“Awalnya kita diberitahu bahwa proyek akan dimulai dari muara, tapi tiba-tiba terjadi perubahan. Proyek yang semula direncanakan untuk mengatasi banjir dan masalah sedimentasi di sepanjang sungai justru berfokus pada sekitar jembatan. Kami tidak diberi penjelasan secara jelas,” keluh Zainal.

Zainal juga menambahkan bahwa pengerukan yang dilakukan hanya sebatas beberapa kilometer dan tidak mencapai muara sungai, hal ini justru dianggapnya memperburuk kondisi, dengan banjir yang masih sering terjadi di kawasan tersebut. Ia menganggap pengerjaan ini hanya menambah masalah, dan bukan solusi jangka panjang yang diharapkan masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, warga berharap agar DPRD dan Pemkab Polewali Mandar segera mengambil langkah konkret untuk menuntaskan masalah normalisasi sungai Matakali. Masyarakat menuntut agar pengerjaan dapat dilakukan secara maksimal, dengan anggaran yang cukup, sehingga sungai Matakali dapat berfungsi dengan baik, mengurangi potensi banjir, dan memperbaiki kondisi lingkungan sekitar.

Sebagai tindak lanjut, pihak DPRD Polman berjanji untuk terus memantau dan mengawal proyek ini agar dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Matakali, dengan harapan agar permasalahan terkait pengerukan sungai segera teratasi.

Berita Terkait

Damkar Terguling di Tumpiling, Tujuh Orang Luka
2 Rumah Warga di Wonomulyo Terbakar, Damkar Kodim 1402/Polman Turun Tangan
Kebun Sawit Luyo Terbakar, Polisi dan Damkar Padamkan Api 11 Hektare
Damkar Kodim 1402/Polman Diterjunkan Bantu Padamkan Kebakaran di Kenje, 2 Rumah Terdampak
Sempat Kabur Saat Diperiksa di Polres Polman, Terduga Curanmor Ditangkap Lagi dengan Barang Bukti di Pasangkayu
Pelajar Tewas Terlindas Truk di Polewali, Satlantas Polres Polman Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut
Pria Ditemukan Tewas di Sawah Binuang, Polisi Gerak Cepat Olah TKP
Lolos Saat Diberi Makan Siang, Tersangka Curanmor Kabur dari Polres Polman, Polisi Lakukan Pengejaran Intensif
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Damkar Terguling di Tumpiling, Tujuh Orang Luka

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:44 WIB

2 Rumah Warga di Wonomulyo Terbakar, Damkar Kodim 1402/Polman Turun Tangan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Kebun Sawit Luyo Terbakar, Polisi dan Damkar Padamkan Api 11 Hektare

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Damkar Kodim 1402/Polman Diterjunkan Bantu Padamkan Kebakaran di Kenje, 2 Rumah Terdampak

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Sempat Kabur Saat Diperiksa di Polres Polman, Terduga Curanmor Ditangkap Lagi dengan Barang Bukti di Pasangkayu

Berita Terbaru

Polman

Damkar Terguling di Tumpiling, Tujuh Orang Luka

Minggu, 23 Agu 2026 - 20:11 WIB