JAKARTA — Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Triwulan I Tahun 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan pengelolaan media sosial dan website sebagai sarana utama diseminasi informasi publik.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Badan Penghubung Sulbar, Kamis (16/4/2026), dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penghubung Sulbar, Gemilang Sukma, serta dihadiri Tim Pengelola SPBE Tahun 2026. Evaluasi ini membahas capaian kinerja digital sepanjang Januari hingga Maret 2026, khususnya efektivitas penyampaian informasi melalui kanal daring resmi pemerintah.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam mendorong percepatan transformasi digital pemerintahan daerah yang lebih efektif, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam pemaparannya, Tim Pengelola SPBE mengungkapkan bahwa pemanfaatan media sosial dan website menunjukkan tren positif. Peningkatan terlihat dari frekuensi publikasi konten serta jangkauan audiens yang semakin luas.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian. Di antaranya konsistensi konten yang belum optimal, pembaruan informasi yang belum rutin, hingga tampilan dan navigasi website yang perlu ditingkatkan agar lebih ramah pengguna.
Kepala Badan Penghubung Sulbar, Gemilang Sukma, menegaskan bahwa media sosial dan website memiliki peran strategis dalam membangun keterbukaan informasi publik sekaligus citra pemerintah di ruang digital.
“Media sosial dan website bukan hanya sebagai sarana publikasi, tetapi juga menjadi wajah instansi di ruang digital. Oleh karena itu, pengelolaannya harus profesional, responsif, dan informatif,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah rekomendasi strategis turut dihasilkan guna memperkuat implementasi SPBE ke depan. Di antaranya peningkatan konsistensi dan kualitas konten melalui perencanaan editorial yang lebih terstruktur, optimalisasi website sebagai pusat informasi terpadu, serta penguatan koordinasi lintas bidang dalam penyediaan bahan publikasi.
Selain itu, pemanfaatan analitik media sosial untuk mengukur efektivitas komunikasi publik juga menjadi fokus penting, disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan konten digital dan desain komunikasi visual.
Tak hanya itu, Badan Penghubung Sulbar juga merancang pengembangan fitur interaktif pada website, seperti layanan pengaduan online dan integrasi dengan platform media sosial guna meningkatkan keterlibatan masyarakat.
Melalui evaluasi ini, Badan Penghubung Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi berbasis digital sebagai bagian dari implementasi SPBE yang lebih optimal, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.










