MAMUJU – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, menghadiri rapat pemilihan calon pengurus dan ketua Forum Anak Daerah Provinsi Sulbar masa bakti 2026–2028, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 45 pelajar dari berbagai sekolah di Sulbar. Forum Anak Daerah menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk menjembatani komunikasi antara anak-anak dengan pemerintah, sekaligus menyalurkan aspirasi secara terstruktur.
Dalam sambutannya, Junda Maulana menegaskan bahwa keberadaan organisasi anak sangat penting sebagai ruang partisipasi. Ia menekankan bahwa anak-anak saat ini bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki hak untuk didengar.
“Anak-anak kita harus diberikan ruang. Mereka punya hak untuk berkembang dan menyampaikan kebutuhan-kebutuhannya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa peserta yang hadir, dengan rentang usia 18 hingga 19 tahun, merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia pada 2045.
“Ini adalah generasi emas 2045. Mereka harus kita arahkan agar mampu menghadapi tantangan global,” ujar Junda.
Lebih lanjut, Junda Maulana menyampaikan pesan dari Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas diri generasi muda. Menurutnya, anak-anak harus dibekali tidak hanya dengan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan tambahan.
Ia menyebutkan bahwa penguasaan bahasa internasional dan teknologi informasi (IT) menjadi kebutuhan utama di era modern.
“Sekarang, seseorang bisa dianggap tertinggal jika tidak memiliki pendidikan dan keterampilan. Minimal menguasai satu bahasa internasional dan mampu menggunakan teknologi,” jelasnya.
Selain itu, Junda mengingatkan agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berinovasi dan memanfaatkannya secara produktif. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan penggunaan gadget di kalangan anak-anak.
Menurutnya, meskipun gadget membawa banyak manfaat, risiko paparan konten negatif tetap menjadi ancaman serius terhadap perkembangan anak.
“Pembatasan penggunaan gadget itu penting, tidak hanya di sekolah tapi juga di rumah. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mengawasi anak-anak,” ungkapnya.
Ia turut mendorong pemerintah untuk memperkuat pengawasan digital, termasuk memblokir konten berbahaya bagi anak, tanpa menghambat akses terhadap informasi yang bermanfaat.
Terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), Junda menilai bahwa pemanfaatannya dalam dunia pendidikan sangat penting, namun harus disertai pengawasan agar tidak mengurangi kreativitas anak.
“AI itu bagus, tapi jangan sampai disalahgunakan. Jangan hanya copy-paste tanpa ada kreativitas,” tegasnya.
Melalui Forum Anak Daerah, diharapkan seluruh kebutuhan dan aspirasi anak dapat dihimpun secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga nasional. Pendekatan ini dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berbasis kebutuhan anak.
“Semua kebutuhan itu harus berasal dari bawah atau bottom-up, dari anak-anak itu sendiri. Forum ini menjadi sarana untuk menyampaikan itu kepada pemerintah,” tutup Junda Maulana.










