MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menghadiri sekaligus membuka Sidang Majelis Daerah (SMD) Khusus Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sulbar yang digelar di Mamuju, Kamis 28 Mei 2026.
Dalam sambutannya, SDK menegaskan bahwa agama dan nilai-nilai spiritual sejatinya menjadi pondasi lahirnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia. Menurutnya, banyak penelitian hingga penemuan besar berawal dari keyakinan spiritual yang kemudian berkembang menjadi fakta ilmiah.
“Kalau kita mengkaji filsafat, sesungguhnya sains atau ilmu itu sumbernya dari landasan-landasan pemikiran spiritual. Jadi agamalah yang mendahulukan segalanya hingga terbentuk ilmu,” ujar Suhardi Duka.
SDK juga menyoroti pentingnya integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menyebut, seluruh pejabat di Indonesia berasal dari latar belakang agama dan disumpah berdasarkan kitab suci masing-masing sebelum menjalankan amanah jabatan.
Namun, menurutnya, berbagai persoalan bangsa justru masih banyak dilakukan oleh oknum yang memiliki latar belakang agama.
“Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya, tetapi kalau dibandingkan dengan Singapura, mereka tidak punya sumber daya sebesar kita namun lebih maju dan sejahtera. Kuncinya adalah integritas,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, SDK turut menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait hasil ekspor nasional yang harus masuk dan dikelola di dalam negeri melalui badan usaha milik negara sektor sumber daya alam.
Menurutnya, kondisi itu menuntut lembaga keagamaan mengambil peran lebih besar dalam membangun moral dan kesalehan sosial masyarakat.
“Kita tidak hanya menanamkan iman kepada umat, tetapi bagaimana iman itu memancar dalam bentuk karya nyata dan kesalehan sosial,” ungkapnya.
SDK berharap seluruh umat beragama mampu menciptakan rasa keadilan, kebersamaan, dan perdamaian, serta menghindari ancaman maupun ketidaknyamanan antar sesama pemeluk agama.
Ia juga mengapresiasi perjalanan panjang GBI di Sulawesi Barat yang dibangun melalui perjuangan para pendeta dan pengurus gereja di berbagai daerah.
“Saya tahu bagaimana perjuangan Gereja Bethel di Kabupaten Mamuju oleh Pendeta Markus dan rekan-rekan, begitu juga di Mamasa, Mamuju Tengah hingga Pasangkayu,” ujarnya.
Menurut SDK, saat ini GBI telah memiliki sekitar 105 hingga 107 gereja di Sulawesi Barat. Hal itu menunjukkan besarnya peran gereja dalam pembinaan rohani maupun sosial masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulbar menyatakan komitmennya mendukung program-program GBI yang sejalan dengan agenda pembangunan daerah, mulai dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting hingga hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan.
“Ada yang terkait dengan program daerah, kita kerjasamakan. Kita support Gereja Betel untuk mengambil peran dalam membangun Provinsi Sulawesi Barat,” tutur SDK.
Di akhir sambutannya, Gubernur Sulbar itu turut memberikan motivasi kepada peserta Sidang Majelis Daerah Khusus GBI Sulbar.
“Kalau kamu kalah di gelar, menanglah di pengalaman. Kalau kalah pintar, menang disiplin. Kalau kalah modal, menang di konsistensi. Kalau kalah gaya, menanglah di etika,” tutupnya.










