Harapan di Tengah Corona, Sebuah Catatan Rumah SDK

- Jurnalis

Senin, 6 April 2020 - 02:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini — Dalam beberapa hari ditengah social distancing ataupun Jaga jarak dirumah saja, banyak yang telepon, bapak dimana ?………., apa saya bisa ke Rumah, bapak bisa berkunjung atau apakah bisa ke Kebun dan lain lain. Jawaban saya pun variatif dengan mengukur kadar kepentingan Pesan yang saya berikan dan yang dibutuhkan publik.

Covid19, banyak mengubah prilaku publik, dalam berbagai hal termasuk kecemasan, bermedia sosial  baik yang positif maupun meme meme yang Lucu dan bahkan kritik pedas dan satire yang bermakna optimis maupun passimis.

Dalam berbagai literatur bila suasana seperti ini terjadi ditengah publik maka kehadiran pemimpin ditengah rakyat sangat dibutuhkan untuk memberi kepastian tengtang kebijakan yang kuat (storong police) yang diambil oleh seorang pemimpin dalam memberi motivasi kepada publik untuk berpikir optimis dalam menghadapi persoalan yang berat seperti mengahdapi corona virus ini.

Seperti halnya pesan Presiden Ghana Nana Akufo Ado, bahwa demi untuk menyelamatkan nyawa rakyat maka negara ini saya lockdown walaupun saya tahu ekonomi akan memburuk tapi karena juga saya tahu cara membangun kembali ekonomi negara ini tapi saya tidak tahu menghidupkan kembali rakyat yang akan mati akibat covid19.

Dengan pesan yang tegas ini rakyat Ghana, ikut dan rela merasakan buruknya ekonomi negaranya serta menyetujui sikap presidennya karena tahu pilihannya sulit, walaupun sulit tapi dia memilih untuk ke selamatan rakyatnya.

Beda halnya dengan perdana menteri India, Narendra Modi, yang meminta maaf kepada kaum miskin di negeri itu, akibat lookdwn yang diterapkan  tampa persiapan yang matang. Rakyat india justru berbondong bondong mudik akibat tidak jelas kebijakan pemerintahnya.

Dalam Buku sutasoma, ukuran moralitas pemimpin adalah muncul dari rakyat, dia  Tumbuh dari pergulatan yang jujur dan bertanggung jawab bersama rakyat. Pemimpin yang hebat tidak bisa tinggi bagai menara gading jauh dan terasing dari rakyatnya.

Sebaliknya ciri pemimpin yang buruk menurut, Jean Lipman dalam buku The Allure to Toxic leaders ( 2004 ) Dia memiliki Karisma yang buruk, ber karakter lemah,haus pujian dan terlalu memandang tinggi diri sendiri.

kondisi Indonesia saat ini apapun posisi pemimpinnya selalu dibutuhkan kekuatan bersama bila  menghadapi situasi seperti ini. Bangsa ini tidak boleh berpikir mundur dalam menghadapi pandemi yang luar  biasa ini.  Kekuatan harus terbangun dalam Skala sosial bersama, yang Kuat membantu yang lemah pemerintah memastikan ketersediaan pangan dan proteksi kesehatan utamanya bagi para Dokter dan petugas medis.

Kebiajakan pemerintah Jokowi sesungguhnya telah mengarah pada sasaran yang lebih jelas, dengan alokasi anggran yang cukup besar lebih dari 400 T dalam menangani  Covid 19, termasuk berbagai stimulus yang dapat dimanfaatkan untuk rakyat dalam mengurangi beban hidup nya selama masa pandemi dan Pasca pandemi.
Hanya saja keraguan rakyat terburu terbangun passimisme akan ke mampuan pemerintahnya dalam menghadapi pandemi ini, komunikasi publik yang Kurang baik,  cenderung tumpang tindih antar pejabat.

Begitupun pilihan kebijakannya yang kurang priritas salah satu nya keengganan dalam merelokasi Proyek Proyek mercusuar seperti IKN dan Infrastruktur yang di nilai tidak mendesak ketimpang menambah utang baru. Tapi apapun namanya presiden jokowi telah mengambil pilihan untuk penanganan covid19 perlu mendapat dukungan.

Sebagai salah  seorang Yang  berada di tataran kebijakan Pusat, saya ingin memastikan kepada publik bahwa kesadaran pemimpin di negeri ini sangat kuat dan focus untuk menangani pandemi, baik di sektor keuangan maupun kebijakan dalam penangan pandemi dan dampak ekonominya. Dikomisi 4, Kami bersama jajaran KEMENTAN, KKP, KLHK dan Bulog,  sepakat untuk memastikan bahwa sampai dengan 5 Bulan dan selama tahun 2020 produktifitas dan ketersediaan pangan harus tetap terjaga.

Ekonomi harus tetap bergerak di Desa dan mendorong program Padat karya serta berjalannya kegiatan di sektor pertanian. Walaupun rapat secara virtual tetap harus mengambil keputusan yang cepat demi untuk rakyat yang sebentar lagi dampak ekonominya semakin terasa utamanya dalam menghadapi Bulan puasa.

Pemimpin harus menjaga dan mengawasi bahwa tidak boleh ada mafia ataupun orang tertentu yang bisa mengambil manfaat pribadi dalam situasi seperti ini, jangan ada satu kekuatan yang Untung dan diuntungkan akibat covid19.

Demikianpun kepemimpinan di daerah harus dapat menopang dan mengambil kebijakan yang dapat dirasakan oleh rakyat dengan cepat dan tepat, kreatif tidak menunggu hanya uluran tangan dari pemerintah Pusat.

Tahu kondisi sosial ekonomi rakyat di daerah adalah Kunci dalam pengambilan keputusan kepala daerah. Tidak pilih kasih dan politis dalam setiap sikapnya, persoalan covid19 bukan politis tapi murni persoalan sosial ekonomi dan keselamatan rakyat.


“Jaga emosi dan tetap bahagia agar auto imun tetap terjaga”.

Rumah puncak tanggal 6 April 2020

S D K

Berita Terkait

Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare
Humanis, Polresta Mamuju Ajak Tahanan Nobar Final Piala Dunia Lewat Layar Laptop di Depan Ruang Tahanan
Satu Pelaku dan Motornya di Amankan, Saat Polresta Mamuju Bubarkan Aksi Balap Liar di Bundaran Pasar Baru
Polresta Mamuju Siaga Penuh, Amankan Bhayangkara Presisi Fest UMKM 2026
Membangun Generasi Hebat Dimulai dari Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Penuh Kasih Sayang
Keributan di Festival UMKM Berhasil Diredam, Polresta Mamuju Amankan Dua Terduga Pelaku
Polresta Mamuju Bongkar Dua Kasus Narkoba, Pasangan Calon Pengantin Pesta Sabu dan Pengedar Obat Berbahaya Ditangkap
Solid Tak Hanya di Lapangan, TNI-Polri dan Kejaksaan Perkuat Kebersamaan di Mapolresta Mamuju
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:01 WIB

Bahu Membahu Lawan Api, Personel Polsek Mamuju dan Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan di Sumare

Senin, 20 Juli 2026 - 05:59 WIB

Humanis, Polresta Mamuju Ajak Tahanan Nobar Final Piala Dunia Lewat Layar Laptop di Depan Ruang Tahanan

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:02 WIB

Satu Pelaku dan Motornya di Amankan, Saat Polresta Mamuju Bubarkan Aksi Balap Liar di Bundaran Pasar Baru

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:07 WIB

Polresta Mamuju Siaga Penuh, Amankan Bhayangkara Presisi Fest UMKM 2026

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:17 WIB

Membangun Generasi Hebat Dimulai dari Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Penuh Kasih Sayang

Berita Terbaru