Makam La Salaga Jadi Sorotan, Ada Jejak Bali di Tanah Mamuju

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU — Jejak sejarah dan budaya Kerajaan Mamuju kembali ditelusuri. Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat mengunjungi makam La Salaga, salah satu tokoh yang dikenal dalam legenda Kerajaan Mamuju, Sabtu (3/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan pementasan kisah La Salaga sekaligus upaya menggali lebih dalam warisan budaya Sulawesi Barat sebelum kisah tersebut dibawa ke panggung Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada November mendatang.

Tim Badan Penghubung Daerah Sulawesi Barat datang langsung ke lokasi makam untuk memperdalam pemahaman mengenai sosok La Salaga serta latar sejarah dan budaya yang melekat pada kisahnya.

Kisah La Salaga sendiri memiliki cerita mengenai hubungan antara Kerajaan Mamuju dan Kerajaan Badung di Bali. Keterkaitan tersebut menjadi salah satu bagian penting yang akan diangkat dalam pementasan budaya Sulawesi Barat di TMII.

Menariknya, keberadaan rombongan di sekitar makam sempat membuat sejumlah masyarakat setempat salah mengira. Mereka mengira rombongan tersebut merupakan orang Bali yang tengah mencari makam La Salaga.

Anggapan itu tidak lepas dari cerita mengenai hubungan La Salaga dengan Bali. Terlebih, di sekitar lokasi makam terdapat sejumlah nisan yang memiliki ukiran dan ornamen bercorak Bali.

Tim kemudian menjelaskan kepada masyarakat bahwa rombongan tersebut merupakan bagian dari Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat yang tengah menelusuri jejak budaya La Salaga sebagai bagian dari persiapan pementasan.

Keberadaan nisan dengan ornamen bercorak Bali itu pun menjadi perhatian tersendiri. Jejak tersebut dinilai menarik karena memiliki kesesuaian dengan kisah mengenai hubungan Mamuju dan Bali yang berkembang dalam cerita La Salaga.

Namun, keterkaitan tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut melalui kajian sejarah serta sumber-sumber pendukung lainnya agar tidak berhenti sebatas cerita yang berkembang di tengah masyarakat.

Bagi Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, kunjungan langsung ke makam La Salaga memiliki arti penting. Tim tidak hanya mempelajari kisah tersebut melalui cerita atau catatan yang tersedia, tetapi juga melihat secara langsung lokasi serta jejak budaya yang berkaitan dengan legenda La Salaga.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat materi pementasan sekaligus memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kekayaan sejarah dan kebudayaan Sulawesi Barat.

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, mengatakan pementasan La Salaga di TMII merupakan salah satu upaya membawa kekayaan sejarah dan kebudayaan Sulawesi Barat ke ruang publik yang lebih luas.

“Melalui pementasan tersebut, kisah Kerajaan Mamuju dan berbagai warisan budayanya diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia,” kata Gemilang.

Menurutnya, kunjungan ke makam La Salaga juga menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya tersimpan dalam catatan sejarah. Warisan tersebut juga hidup dalam cerita masyarakat, tradisi, serta berbagai jejak budaya yang masih dapat ditemukan hingga saat ini.

“Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat terus berupaya mengangkat kekayaan tersebut sebagai bagian dari promosi identitas dan kebudayaan Sulawesi Barat di tingkat nasional,” ucapnya.

Pementasan di TMII nantinya diharapkan menjadi momentum memperkenalkan kisah La Salaga, Kerajaan Mamuju, sekaligus kekayaan budaya Sulawesi Barat kepada masyarakat dari berbagai daerah.

Dari makam yang menyimpan jejak sejarah, kisah La Salaga kini tengah dipersiapkan untuk kembali hadir di panggung nasional. Sebuah upaya membawa cerita masa lalu menjadi bagian dari promosi identitas budaya Sulawesi Barat di masa kini.

Berita Terkait

Karhutla Mengancam Sulbar, BPBD Minta Warga Siapkan Tas Darurat
Sulteng Kuasai Piala Gubernur Gateball Sulbar, Junda Maulana Bicara Jam Terbang
6 Ton Udang Pasangkayu Hasilkan Rp30 Miliar, DKP Sulbar: Jangan Lagi Nyeberang
Komisi II DPRD Sulbar Belajar Strategi APBD Perubahan dari Sulsel
Aset Pemprov Sulbar Diklaim Pihak Lain, Biro Hukum Bergerak ke Kejati
Pemprov Sulbar Tancap Gas Transformasi Digital, Evaluasi PEMDI 2026 Dimulai
Sinergi Pemprov- Polda Sulbar, Gerakkan Agen Perlinsos Lewat Program Peduli Tetangga
Sandeq Silumba 2026 Sukses Digelar, Pelita Alam Mina Karya Keluar Sebagai Juara Umum
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Karhutla Mengancam Sulbar, BPBD Minta Warga Siapkan Tas Darurat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Makam La Salaga Jadi Sorotan, Ada Jejak Bali di Tanah Mamuju

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Sulteng Kuasai Piala Gubernur Gateball Sulbar, Junda Maulana Bicara Jam Terbang

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:26 WIB

6 Ton Udang Pasangkayu Hasilkan Rp30 Miliar, DKP Sulbar: Jangan Lagi Nyeberang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Komisi II DPRD Sulbar Belajar Strategi APBD Perubahan dari Sulsel

Berita Terbaru

Advertorial

Karhutla Mengancam Sulbar, BPBD Minta Warga Siapkan Tas Darurat

Minggu, 4 Okt 2026 - 21:37 WIB

Advertorial

Makam La Salaga Jadi Sorotan, Ada Jejak Bali di Tanah Mamuju

Minggu, 4 Okt 2026 - 21:34 WIB