Iklan Google AdSense

Mendagri Target Inflasi Nasional Capai 4 Persen

- Jurnalis

Rabu, 8 Februari 2023 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mamuju –Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah, Rabu, 8 Februari 2023. Rakor dipimpin Mendagri RI, Tito Karnavian.

Iklan Bersponsor Google

Kegiatan ini dihadiri Sekprov Sulbar Muhammad Idris dari Kantor Sementara Gubernur Sulbar (Ex Rujab Wagub Sulbar).

Dalam rapat tersebut membahas sejumlah daerah yang mengalami inflasi, yang mana Kota Baru Kalimantan Selatan menjadi daerah tertinggi infalsi yaitu 7,78 persen, sedangkan kategori terendah diraih Kota Sorong Papua dengan persentase 3,23 persen. Sulbar sendiri berada di bawah nasional 5,28 persen yaitu 4,26 persen.

Mendagri RI, Tito Karnavian menyampaikan, Rakor inflasi tersebut menyangkut hajat hidup 207 juta masyarakat Indonesia yang sebagian besar berada di garis kemiskinan.

Tito menegaskan, Indonesia harus menjadi negara kuat dari segi ekonomi dan ketahanan pangan dunia. Untuk itu, Ia selaku Mendagri RI menargetkan secara moderat Indonesia harus mencapai 4 persen tingkat inflasi.

“Kita harus optimis mencapai angka 4 persen, dengan 4 persen itu barang-barang akan semakin terjangkau dan cukup tersedia, walau kita pahami saat ini terjadi ketidakstabilan harga dan perekonomian di luar negeri yang akan berdampak juga pada negara kita. Ini masalah perut, jika tidak ditangani secara baik maka akan menimbulkan anarkis di kalangan masyarakat,”sebutnya

Baca Juga :  Pembangunan Kantor Gubernur Sulbar Tak Sesuai Perencanaan, Sekprov Kecewa

Sementara, Sekprov Sulbar Muhammad Idris menyampaikan, rapat tersebut dalam rangka pengendalian inflasi di daerah-daerah yang berkonsent pada pemerintah daerah itu sendiri, yang mana saat ini menjelang hari raya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri maka akan tercipta kecenderungan penyebab inflasi di masing-masing wilayah termasuk Sulbar.

Olehnya itu, kata Idris, diperlukan antisipasi terkait kecenderungan ketidakstabilan harga bahan pangan, dimulai dari beras bawang dan distribusi kebutuhan-kebutuhan lain seperti minyak goreng. Hal tersebut harus terpenuhi bagi masyarakat Sulbar.

“Sulbar utama Kabupaten Mamuju dinilai bagus, kita terendah di pulau Sulawesi jadi kita Insya Allah aman-aman saja,”ucapnya

Baca Juga :  Beri Bekal, Kemenkumham Sulbar Dorong Pembinaan Kemandirian Kepada Warga Binaan

Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Sulbar, Masriadi Nadi Atjo mengatakan, Mendagri senantiasa melakukan rapat koordinasi di tiap daerah dalam rangka kestabilan harga kebutuhan pangan bagi warga masyarakat Indonesia.

“Penting untuk terus menjaga kestabilan inflasi terutama bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Sulbar agar tetap terjaga dari segi inflasi,”kata Masriadi

Dia menyebutkan, salah satu program dari Mendagri di tiap daerah ialah untuk rajin melakukan dan mensurvei harga di pasaran, komunitas- komunitas apa saja yang menjadi penyebab inflasi dan ketidakstabilan bahan pangan tentunya akan intervensi.

Berdasarkan data BPS Pada Januari 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,98. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 7,78 persen dengan IHK sebesar 119,97 dan terendah terjadi di Sorong sebesar 3,23 persen dengan IHK sebesar 112,02. (farid)

Iklan Google AdSense

Berita Terkait

DPRD Sulbar Luncurkan Garis SDK SIAP: Revolusi Digital Tata Kelola Kinerja
Kapolda Sulbar Jalin Sinergi Emas dengan DPRD, Perkuat Kamtibmas dan Ekonomi Daerah
Apresiasi Senter KIM Pemprov Sulbar, Sudirman: Ini Penting Untuk Mengedukasi Etika Bermedsos
Tim Perluasan Desa Antikorupsi Sulawesi Barat Gelar Validasi Desa Antikorupsi Batch 3
DPRD Serahkan SK, RPJMD Sulbar 2025–2029 Resmi Disempurnakan, Gubernur SDK: Menjawab Tantangan Pembangunan Daerah
Gubernur Sulbar dan HIPMI Jalin Kolaborasi, Siap Cetak 1.000 UMKM dan Dorong Hilirisasi
Senter KIM Jangkau Mamasa, Suraidah Bahas Digitalisasi dan Pendidikan Masa Depan
Evaluasi Ranperda RPJMD Kabupaten Mamasa Tahun 2025–2029, Bapperida Sulbar Beri Sejumlah Masukan Teknis
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 22:08 WIB

DPRD Sulbar Luncurkan Garis SDK SIAP: Revolusi Digital Tata Kelola Kinerja

Kamis, 28 Agustus 2025 - 22:05 WIB

Kapolda Sulbar Jalin Sinergi Emas dengan DPRD, Perkuat Kamtibmas dan Ekonomi Daerah

Kamis, 28 Agustus 2025 - 19:05 WIB

Tim Perluasan Desa Antikorupsi Sulawesi Barat Gelar Validasi Desa Antikorupsi Batch 3

Kamis, 28 Agustus 2025 - 19:02 WIB

DPRD Serahkan SK, RPJMD Sulbar 2025–2029 Resmi Disempurnakan, Gubernur SDK: Menjawab Tantangan Pembangunan Daerah

Kamis, 28 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Gubernur Sulbar dan HIPMI Jalin Kolaborasi, Siap Cetak 1.000 UMKM dan Dorong Hilirisasi

Berita Terbaru

Sorot

Kapolda Sulbar Gandeng Kejati Perkuat Supremasi Hukum

Kamis, 28 Agu 2025 - 22:07 WIB