Pemprov Sulbar Perkuat UHC, Sinkronisasi Data BPJS Dikebut

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemkesra Setda Sulbar terus mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Upaya tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam rapat rekonsiliasi strategis bersama BPJS Kesehatan yang digelar di Mamuju, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bagian Pemerintahan, Dhany Sadri, yang mewakili instansi. Rapat tersebut secara khusus membahas sinkronisasi dan optimalisasi penyelenggaraan jaminan kesehatan, guna memastikan seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Barat mendapatkan perlindungan layanan medis secara menyeluruh.

Rapat rekonsiliasi ini menjadi langkah krusial dalam memastikan validitas data kepesertaan sekaligus memperlancar implementasi program Universal Health Coverage (UHC). Melalui penyelarasan administrasi dan keuangan antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan, diharapkan tidak ada lagi warga yang mengalami kendala birokrasi saat mengakses layanan di fasilitas kesehatan.

Kepala Biro Pemkesra Setda Sulbar, Murdanil, menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara maksimal melalui kolaborasi lintas sektor.

“Pemerintah ingin memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan jaminan kesehatan. Sinergi dengan BPJS Kesehatan menjadi kunci untuk menghadirkan layanan yang mudah, cepat, dan tanpa hambatan administratif,” tegasnya.

Langkah strategis ini juga sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026, Pemprov Sulbar tetap berkomitmen menjaga subsidi layanan kesehatan agar tidak mengalami pengurangan.

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas operasional rumah sakit sekaligus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal tanpa terbebani biaya.

Melalui rapat rekonsiliasi ini, tata kelola jaminan kesehatan di Sulawesi Barat diharapkan semakin akuntabel, transparan, dan tepat sasaran. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk aktif memastikan status kepesertaan BPJS mereka, sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan masyarakat Sulawesi Barat yang sehat, tangguh, dan produktif.

Berita Terkait

Suhardi Duka Buka-bukaan Soal APBD Perubahan Sulbar: Rp81 Miliar Tak Jadi Utuh
Kafilah MTQ Sulbar Bertolak ke Semarang, Bawa Misi Harumkan Nama Daerah
Gubernur Suhardi Duka Siapkan 50 Beasiswa untuk Mahasiswa Unasman, Rektor Diminta Tentukan Penerima
2.006 Siswa Sulbar Dapat Beasiswa dan Perlengkapan Sekolah
Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan
Beasiswa Pendidikan hingga Stunting, Pemprov Sulbar Buka Ruang Dialog Digital
Inspektorat Sulbar Ekspose Review RAPBD 2027, Soroti Efektivitas dan Akuntabilitas Anggaran
DKPPKB Sulbar Edukasi Warga Mamuju Kelola Obat dengan Prinsip DAGUSIBU
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:16 WIB

Suhardi Duka Buka-bukaan Soal APBD Perubahan Sulbar: Rp81 Miliar Tak Jadi Utuh

Sabtu, 12 September 2026 - 23:45 WIB

Kafilah MTQ Sulbar Bertolak ke Semarang, Bawa Misi Harumkan Nama Daerah

Sabtu, 12 September 2026 - 13:31 WIB

Gubernur Suhardi Duka Siapkan 50 Beasiswa untuk Mahasiswa Unasman, Rektor Diminta Tentukan Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

2.006 Siswa Sulbar Dapat Beasiswa dan Perlengkapan Sekolah

Rabu, 9 September 2026 - 20:32 WIB

Sektor Sawit Sumbang 30% Perekonomian Sulbar, Sekda Junda: SDM Petani Harus Ditingkatkan

Berita Terbaru